Menteri ESDM ke-15 Berikan Pembekalan Leadership di Baitul Arqam Pimpinan AUM se-Pekalongan

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

630
Sudirman Said

Sudirman Said

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Gaya menjelaskannya seperti guru mengajar di kelas. Dan ia membenarkan itu. “Aslinya saya guru,” ungkap Sudirman Said dalam kegiatan Baitul Arqam dan Capacity Building Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Pekalongan, Sabtu, 24 Januari 2026. Mantan Menteri ESDM RI tersebut hadir di SM Tower Malioboro sebagai narasumber. Ia diminta membawakan materi tentang Leading Change: Menjaga Integritas dan Kewarasan dalam Kepemimpinan AUM. 

Dalam paparannya, pria yang menjabat sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri tersebut mengatakan bahwa tidak ada kaitaan antara pemimpin dengan jabatan. Karena menurutnya setiap orang adalah pemimpin, baik dalam ranah terkecil untuk dirinya sendiri dan keluarga hingga memimpin perubahan dalam skala besar. Dalam aspek ini, menurutnya, memimpin berkaitan erat dengan karakter dan akhlak. 

Untuk menjadi pemimpin, setidaknya ada dua hal yang harus dimiliki oleh calon pemimpin. Pertama, seorang pemimpin harus memiliki position power. Aspek ini mencakup koneksi, legesi, memiliki kemampuan menekan, dan lain sebagainya. Jika tidak memiliki yang pertama ini, seorang dapat memaksimalkannya pada aspek kepemimpinan yang kedua, yaitu personal power. Aspek ini mencakup keilmuan, keahlian khusus, dan network yang dimiliki oleh seseorang. 

“Aspek yang kedua ini muncul dari karakter kita,” paparnya. 

Sudirman Said menegaskan bahwa setiap pemimpin besar memiliki perjalanannya masing-masing. Mulai dari bagaimana ia memimpin dirinya sendiri (leading self). Kemudian meningkat memimpin kelompok (leading group), memimpin korporasi bisnis (leading business), memimpin organisasi (leading organization), hingga didapuk untuk memimpin perubahan besar (leading change). 

“Ingat, seorang pemimpin itu adalah orang yang memberi nilai tambah tergadap apa yang ia pimpin,” ujarnya. 

“Nasehat saya kepada para pemimpin, khususnya kepada pemimpin AUM di Kabupaten Pekalongan. Kalau kita terbiasa untuk mencari sesuatu yang perlu diperbaiki, maka kita akan terbuka untuk perubahan. Sebagai pemimpin, kita harus terus menerus belajar dan melakukan perbaikan dari waktu ke waktu,” tutupnya. (diko

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati hari difabel internasional, Majelis Pembinaan....

Suara Muhammadiyah

26 December 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid Prof D....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah ke....

Suara Muhammadiyah

29 March 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus memperluas jeja....

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Tak hanya ingin dikenal semata dalam bidang amal usaha pendidikan....

Suara Muhammadiyah

30 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah