Menteri ESDM ke-15 Berikan Pembekalan Leadership di Baitul Arqam Pimpinan AUM se-Pekalongan

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

557
Sudirman Said

Sudirman Said

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Gaya menjelaskannya seperti guru mengajar di kelas. Dan ia membenarkan itu. “Aslinya saya guru,” ungkap Sudirman Said dalam kegiatan Baitul Arqam dan Capacity Building Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Pekalongan, Sabtu, 24 Januari 2026. Mantan Menteri ESDM RI tersebut hadir di SM Tower Malioboro sebagai narasumber. Ia diminta membawakan materi tentang Leading Change: Menjaga Integritas dan Kewarasan dalam Kepemimpinan AUM. 

Dalam paparannya, pria yang menjabat sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri tersebut mengatakan bahwa tidak ada kaitaan antara pemimpin dengan jabatan. Karena menurutnya setiap orang adalah pemimpin, baik dalam ranah terkecil untuk dirinya sendiri dan keluarga hingga memimpin perubahan dalam skala besar. Dalam aspek ini, menurutnya, memimpin berkaitan erat dengan karakter dan akhlak. 

Untuk menjadi pemimpin, setidaknya ada dua hal yang harus dimiliki oleh calon pemimpin. Pertama, seorang pemimpin harus memiliki position power. Aspek ini mencakup koneksi, legesi, memiliki kemampuan menekan, dan lain sebagainya. Jika tidak memiliki yang pertama ini, seorang dapat memaksimalkannya pada aspek kepemimpinan yang kedua, yaitu personal power. Aspek ini mencakup keilmuan, keahlian khusus, dan network yang dimiliki oleh seseorang. 

“Aspek yang kedua ini muncul dari karakter kita,” paparnya. 

Sudirman Said menegaskan bahwa setiap pemimpin besar memiliki perjalanannya masing-masing. Mulai dari bagaimana ia memimpin dirinya sendiri (leading self). Kemudian meningkat memimpin kelompok (leading group), memimpin korporasi bisnis (leading business), memimpin organisasi (leading organization), hingga didapuk untuk memimpin perubahan besar (leading change). 

“Ingat, seorang pemimpin itu adalah orang yang memberi nilai tambah tergadap apa yang ia pimpin,” ujarnya. 

“Nasehat saya kepada para pemimpin, khususnya kepada pemimpin AUM di Kabupaten Pekalongan. Kalau kita terbiasa untuk mencari sesuatu yang perlu diperbaiki, maka kita akan terbuka untuk perubahan. Sebagai pemimpin, kita harus terus menerus belajar dan melakukan perbaikan dari waktu ke waktu,” tutupnya. (diko

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Ratusan calon jamaah haji KBIHU Al Mabrur diberangkatkan secara serent....

Suara Muhammadiyah

20 May 2026

Berita

2 Medali Emas dan 1 Medali Perunggu Kejurnas Tapak Suci Barie Irsyad Cup 2 SLEMAN, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

12 August 2024

Berita

Kemendikbudristek Percepat Transformasi Pendidikan Indonesia Melalui Pemanfaatan Platform Digital K....

Suara Muhammadiyah

26 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Hari Raya Idul Fitri 1447 H akan tiba. Karenanya, Pimpinan Ca....

Suara Muhammadiyah

15 March 2026

Berita

FH UMJ Gelar Seminar Internasional JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Hukum Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

18 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah