Momen Idul Fitri, Haedar Nashir Ajak Elite Bangsa Beri Suluh Keteladanan

Suara Muhammadiyah

20 March 2026

460
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Medkom PP Muhammadiyah

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Medkom PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, mengajak seluruh warga dan elite bangsa menjadikan momentum Idulfitri 1447 H sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada saat yang sama, menghadirkan nilai-nilai ihsan dalam setiap aspek kehidupan, baik personal maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Haedar Nashir selepas menunaikan dan menyampaikan Khutbah Idulfitri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Jumat (20/3).

Terkait perbedaan penetapan Idulfitri, Haedar mengimbau masyarakat untuk tidak mempertajam perbedaan yang ada. Ia menekankan bahwa perbedaan merupakan hal yang biasa dan tidak perlu menjadi sumber konflik.

“Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri,” ujarnya.

Ia juga mengajak para tokoh agama dan elite bangsa untuk menghindari pernyataan atau ujaran yang dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Idulfitri, menurutnya, harus dijalani dengan kekhusyukan ibadah dan kejernihan jiwa serta pikiran.

“Jalani Idulfitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan,” imbuhnya.

Haedar menyampaikan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia juga berharap ke depan dunia Islam dapat memiliki kalender global tunggal untuk meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan.

“Ke depan, insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi,” katanya.

Diakhir Haedar menyerukan pentingnya keteladanan dari para elite bangsa dalam menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi, sekaligus mendorong kemajuan umat dan bangsa.

“Berikan teladan bagi rakyat bahwa para elite mampu menjadi uswah hasanah dalam menciptakan persatuan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan. Kita masih memiliki berbagai ketertinggalan yang memerlukan kerja keras bersama dari seluruh komponen bangsa,” pungkasnya. (Adam)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BATAM, Suara Muhammadiyah - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemen....

Suara Muhammadiyah

28 July 2024

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Musyda PDPM Lamongan dihadiri anggota DPR, PDM dan PWPM Jawa Timur. T....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Suasana penuh semangat terasa ketika Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

12 September 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Empat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendididkan Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

11 July 2024

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah lewat Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) ....

Suara Muhammadiyah

21 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah