Momen Idul Fitri, Haedar Nashir Ajak Elite Bangsa Beri Suluh Keteladanan

Suara Muhammadiyah

20 March 2026

597
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Medkom PP Muhammadiyah

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Medkom PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, mengajak seluruh warga dan elite bangsa menjadikan momentum Idulfitri 1447 H sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada saat yang sama, menghadirkan nilai-nilai ihsan dalam setiap aspek kehidupan, baik personal maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Haedar Nashir selepas menunaikan dan menyampaikan Khutbah Idulfitri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Jumat (20/3).

Terkait perbedaan penetapan Idulfitri, Haedar mengimbau masyarakat untuk tidak mempertajam perbedaan yang ada. Ia menekankan bahwa perbedaan merupakan hal yang biasa dan tidak perlu menjadi sumber konflik.

“Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri,” ujarnya.

Ia juga mengajak para tokoh agama dan elite bangsa untuk menghindari pernyataan atau ujaran yang dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Idulfitri, menurutnya, harus dijalani dengan kekhusyukan ibadah dan kejernihan jiwa serta pikiran.

“Jalani Idulfitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan,” imbuhnya.

Haedar menyampaikan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia juga berharap ke depan dunia Islam dapat memiliki kalender global tunggal untuk meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan.

“Ke depan, insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi,” katanya.

Diakhir Haedar menyerukan pentingnya keteladanan dari para elite bangsa dalam menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi, sekaligus mendorong kemajuan umat dan bangsa.

“Berikan teladan bagi rakyat bahwa para elite mampu menjadi uswah hasanah dalam menciptakan persatuan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan. Kita masih memiliki berbagai ketertinggalan yang memerlukan kerja keras bersama dari seluruh komponen bangsa,” pungkasnya. (Adam)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SM Tower Malioboro Yogyakarta menjadi tuan rumah pelaksanaan ....

Suara Muhammadiyah

8 May 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat Cabang Kas....

Suara Muhammadiyah

7 May 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Sekitar 6000 warga Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan mengikuti sila....

Suara Muhammadiyah

28 April 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pemilihan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) telah....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – PC IMM Klaten gelar Musyawarah Cabang (Musycab) XXIV. Kegiatan in....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah