Muhammadiyah Bergerak Mencerahkan, Menghadirkan Dakwah hingga Pelosok Negeri

Suara Muhammadiyah

26 June 2026

112
Launching Buku Bergerak untuk Mencerahkan Foto Istimewa

Launching Buku Bergerak untuk Mencerahkan Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan buku Bergerak untuk Mencerahkan karya Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, dalam kegiatan Diskusi dan Launching Buku yang digelar di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendokumentasikan sekaligus menyebarluaskan kisah-kisah inspiratif dakwah Muhammadiyah yang telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia, mulai dari daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), komunitas adat, kawasan marginal perkotaan, hingga lembaga pemasyarakatan.

Acara diawali dengan sambutan oleh Muchamad Arifin selaku penulis buku dan Ketua LDK PP Muhammadiyah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa buku Bergerak untuk Mencerahkan lahir dari perjalanan panjang mendampingi para dai Muhammadiyah yang bertugas di berbagai pelosok negeri.

“Buku ini merupakan ikhtiar mendokumentasikan jejak dakwah para dai yang bekerja dengan penuh keikhlasan di tengah masyarakat. Mereka hadir tidak hanya menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga memberdayakan, mendampingi, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan umat,” ungkap Arifin.

Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Muhammadiyah, di antaranya Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A., Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi LDK, Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D., Bendahara Umum PP Muhammadiyah, serta Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., Ketua PP Muhammadiyah.

Pada sesi testimoni, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah para dai Muhammadiyah di daerah-daerah terpencil. Menurutnya, kehadiran para dai di wilayah 3T tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun kesadaran pendidikan, meningkatkan literasi, serta menumbuhkan semangat belajar di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi masyarakat pedalaman.

Testimoni berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A. yang menilai buku ini sebagai dokumentasi berharga tentang gerakan dakwah Muhammadiyah yang bekerja langsung di akar rumput. Ia menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah merupakan dakwah yang berorientasi pada pencerahan, pemberdayaan, dan pembangunan peradaban umat.

Sebagai keynote speaker, Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A. menegaskan bahwa dakwah komunitas merupakan salah satu medan pengabdian Muhammadiyah yang sangat strategis. Menurutnya, para dai komunitas hadir untuk menjangkau kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini belum banyak tersentuh layanan dakwah, sekaligus menjadi penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.

Diskusi buku menghadirkan tiga narasumber yang memberikan perspektif dari berbagai bidang.
Narasumber pertama, Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D., menyoroti pentingnya penguatan dakwah berbasis pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pengalaman para dai yang terdokumentasi dalam buku ini menunjukkan bahwa dakwah yang efektif adalah dakwah yang mampu menghadirkan manfaat nyata dan memperkuat kemandirian masyarakat.

Narasumber kedua, Drs. Syamsul Widodo, Direktur Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, menekankan pentingnya kehadiran para dai di daerah pedalaman dan wilayah tertinggal. Menurutnya, dai memiliki peran strategis sebagai pendamping masyarakat, penguat nilai-nilai sosial, sekaligus mitra pembangunan yang mampu membangkitkan optimisme dan semangat masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Abdurrahman Saleh, M.Pd., dai LDK Muhammadiyah yang bertugas di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, membagikan pengalaman berdakwah di wilayah kepulauan yang penuh tantangan. 

Ia menceritakan berbagai dinamika yang dihadapi di lapangan, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan akses transportasi, hingga kebutuhan pendampingan masyarakat yang berkelanjutan. Menurutnya, berdakwah di daerah terpencil membutuhkan ketangguhan, kesabaran, keikhlasan, dan komitmen yang kuat untuk terus membersamai masyarakat.

Melalui kegiatan ini, LDK PP Muhammadiyah berharap buku Bergerak untuk Mencerahkan dapat menjadi sumber inspirasi, referensi, sekaligus dokumentasi sejarah dakwah Muhammadiyah di berbagai penjuru Indonesia. Buku ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat para dai dan kader Muhammadiyah untuk terus menghadirkan dakwah yang membumi, memberdayakan, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Peluncuran buku ini menjadi penegasan bahwa dakwah Muhammadiyah akan terus bergerak menjangkau yang terjauh, membersamai yang terpinggirkan, dan menghadirkan cahaya pencerahan bagi seluruh anak bangsa. Sebab dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan menghadirkan harapan, menguatkan kehidupan, dan mencerahkan peradaban.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kebertahanan Suara Muhammadiyah mencapai 110 tahun membuat ba....

Suara Muhammadiyah

14 August 2025

Berita

PADANGPANJANG, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 191 calon santri baru Pondok Pesantren Kauman Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

14 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Untuk terus merawat keberlanjutan spirit dakwah dan tajdid perempua....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Dalam sebuah proses menjadi, tidak semua hal berjalan mulus, dan tak....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Dalam resepsi Milad 113 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bandu....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah