National Debate Competition UMRI Hadirkan Prof Jimly Asshiddiqie

Suara Muhammadiyah

13 June 2026

285
Istimewa

Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menghadirkan tokoh hukum dan ketatanegaraan Indonesia, Prof Dr H Jimly Asshiddiqie, SH MH., dalam Kuliah Umum yang menjadi bagian dari rangkaian National Debate Competition (NDC) 2026 sekaligus memeriahkan Milad ke-18 Umri. 

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus Utama Umri pada Sabtu (13/6/2026) ini,  dihadiri Badan Pembina Harian (BPH), jajaran Wakil Rektor, Civitas Akademika Umri, ratusan mahasiswa, dosen dari berbagai fakultas, dan praktisi hukum, serta peserta National Debate Competition dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Umri, Dr Raja Desril, MH., menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Jimly menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai hukum, demokrasi, dan ketatanegaraan dari salah satu tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan reformasi hukum Indonesia.

“Melalui kuliah umum ini, kami berharap mahasiswa dapat memperluas perspektif dan pemahaman bagaimana membangun negara yang lebih baik. Dalam sistem demokrasi, kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat, sehingga diperlukan pemahaman yang kuat terhadap hukum dan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Umri, Prof Dr Jufrizal Syahri, MSi., menegaskan bahwa etika merupakan fondasi utama dalam penegakan hukum. Menurutnya, seorang sarjana hukum tidak cukup hanya memahami bunyi peraturan secara tekstual, tetapi juga harus mampu memahami nilai, tujuan, dan substansi yang melandasi lahirnya hukum tersebut.

“Etika dalam menjalankan sebuah peraturan menjadi dasar dalam menegakkan hukum yang berlaku. Sarjana hukum bukan hanya memahami titik dan koma dalam aturan, tetapi juga memahami nilai dan substansi hukum itu sendiri. Mari bersama-sama mengambil ilmu dan hikmah dari kuliah umum ini,” ungkapnya.

Pada sesi kuliah umum, Prof. Jimly Asshiddiqie mengajak mahasiswa untuk memandang hukum secara lebih komprehensif. Menurutnya, hukum tidak hanya berbicara tentang benar dan salah, tetapi juga menyangkut dimensi moral, etika, dan nilai-nilai kehidupan bersama dalam masyarakat.

“Hukum itu berbicara bukan hanya tentang benar dan salah, tetapi juga tentang baik dan buruk. Keduanya merupakan satu nafas. Antara hukum, etika, dan aturan tidak boleh dipisahkan, melainkan harus saling menopang,” tegasnya.

Ia menilai penyelenggaraan kompetisi debat yang dipadukan dengan kuliah umum merupakan langkah yang sangat relevan dalam membangun tradisi intelektual mahasiswa. Menurutnya, hukum pada hakikatnya berkaitan erat dengan sistem norma yang mengatur kehidupan bersama, sementara debat menjadi media untuk mengembangkan budaya dialog, musyawarah, dan pertukaran gagasan.

“Semangat musyawarah dan debat yang substantif mengajarkan kita untuk mendengar, memahami, dan melihat kebenaran dari sudut pandang yang berbeda dengan pandangan kita sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan ruang publik yang dipenuhi pertukaran gagasan dan argumentasi yang berkualitas. Debat yang beradab, menurutnya, adalah debat yang berfokus pada ide dan substansi, bukan pada serangan personal.

“Berdebat yang beradab adalah berdebat tentang ide dan substansi. Dalam demokrasi, ruang publik harus dikelola dengan baik karena peradaban demokrasi harus diisi oleh substansi. Kaum minoritas juga harus diperhitungkan, sebab sering kali keadilan lahir dari ruang-ruang minoritas,” tuturnya.

Selain menjadi wadah penguatan wawasan kebangsaan dan ketatanegaraan, kegiatan ini juga menghadirkan capaian membanggakan bagi Fakultas Hukum Umri. Pada puncak pelaksanaan National Debate Competition (NDC) 2026, tim debat Fakultas Hukum Umri berhasil meraih Juara I setelah melewati berbagai tahapan kompetisi dan menyisihkan peserta dari sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas mahasiswa Fakultas Hukum Umri dalam berpikir kritis, menyusun argumentasi yang logis, serta menganalisis berbagai persoalan hukum dan kebangsaan secara komprehensif. Atas prestasi tersebut, tim debat Fakultas Hukum Umri berhak membawa pulang Piala Bergilir Rektor serta hadiah pembinaan. (Syahe)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Manajemen baru Lazismu Makassar langsung tancap gas dengan mena....

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pekalong....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unive....

Suara Muhammadiyah

18 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan R....

Suara Muhammadiyah

18 August 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

6 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah