YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mewujudkan program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) AR Fakhruddin Kota Yogyakarta mengadakan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta pada Senin, 20 April 2026. Pertemuan yang berlangsung di kantor DLH Kota Yogyakarta ini bertujuan untuk menyelaraskan isu strategis gerakan mahasiswa dengan program pemerintah kota.
Rombongan PC IMM AR Fakhruddin dalam audiensi ini dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik, Muhammad Al-Fatih. Turut hadir dan berdiskusi secara aktif mendampingi jalannya audiensi antara lain Sekretaris Bidang Hikmah, Muhammad Farid Supele; Sekretaris Bidang Kajian Pengembangan Keilmuan (KPK), Fakhira Danis Ara Ophelia; serta Ketua Bidang Media dan Komunikasi, Imanuddin Amjad.
Mewakili jajarannya, Al-Fatih menyampaikan bahwa kepengurusan baru yang dilantik pada akhir Februari lalu sepakat untuk mengangkat isu ekologis dan lingkungan pada periode ini. Ia menjelaskan bahwa IMM AR Fakhruddin, yang memiliki basis massa di tiga kampus yakni UMY, UNISA, dan UNJAYA, hadir untuk memetakan potensi sinergi antara inisiatif gerakan mahasiswa dengan arah kebijakan DLH. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari pendalaman data sebelumnya bersama Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terkait penyakit yang timbul akibat masalah sampah dan penurunan kualitas air.
Menanggapi kedatangan rombongan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufik, S.I.P., M.Si., menyambut baik inisiatif kolaborasi para mahasiswa. Rajwan memaparkan bahwa saat ini DLH memiliki empat fokus utama: masalah persampahan, rekonstruksi sosial untuk merubah budaya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, penataan taman dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta penataan kawasan kebersihan sungai.
Diskusi pun berjalan interaktif dua arah. Fakhira mewakili bidang keilmuan turut menggali sejauh mana langkah sosialisasi dan edukasi lingkungan yang telah dilakukan oleh DLH kepada masyarakat akar rumput.
Merespons hal itu, Rajwan menjelaskan program unggulan "MasJos" (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang mengedukasi warga melalui lima langkah mandiri agar sampah organik maupun anorganik dapat terkelola sejak dari rumah.
Di sisi lain, Farid juga secara spesifik mendiskusikan mekanisme operasional depo sampah kota sebagai bahan untuk permohonan data volume persampahan selanjutnya.
Melihat antusiasme rombongan mahasiswa, Rajwan mengajak jajaran PC IMM untuk menggunakan pendekatan analitis dan berbasis data dalam merancang program kolaborasi. Ia mendorong agar ide-ide brilian mahasiswa dibedah secara terstruktur, mulai dari perumusan akar masalah, penyusunan hipotesis, hingga penentuan target output yang jelas. Oleh karena itu, DLH menyarankan agar IMM dapat menentukan pengerucutan fokus dari keempat ruang lingkup DLH sebelum menyusun instrumen kebutuhan data teknis.
Menyambut baik pandangan strategis tersebut, Al-Fatih beserta seluruh jajaran PC IMM AR Fakhruddin yang hadir sepakat untuk memfokuskan intervensi gerakan mereka pada aspek rekonstruksi sosial pengelolaan sampah dan isu kebersihan sungai. Sebagai langkah tindak lanjut, rombongan mahasiswa akan mematangkan rumusan konsep tersebut secara internal dan segera menyusun permohonan spesifik secara resmi. Pihak DLH pun berkomitmen penuh untuk menjembatani komunikasi lebih lanjut antara mahasiswa dengan bidang teknis terkait guna merealisasikan kolaborasi yang konkret dan terukur di lapangan. (MAF)
