Pektin Kulit Buah Naga Bisa Jadi Solusi Kapsul Halal Pengganti Gelatin Non-Halal

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

984
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Associate Professor International Institute for Halal Research & Training (INHART) Malaysia Nurrulhidayah binti Ahmad Fadzillah menekankan pentingnya inovasi dalam industri farmasi yang tidak hanya memperhatikan efektivitas, tetapi kehalalan dan keberlanjutan lingkungan.

”Lebih dari 25 persen populasi dunia adalah muslim dan ini menciptakan tuntutan tinggi terhadap produk farmasi halal. Namun, lebih dari 99 persen gelatin yang digunakan di dunia saat ini tidak bersertifikasi halal,” jelasnya dalam acara Public Lecture yang digelar oleh Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Kamis (24/07/2025).

Hal tersebut didasarkan atas tantangan besar yang dihadapi umat Islam global dalam mengakses produk farmasi halal. ”Ini tentu menjadi tantangan besar umat Islam di dunia karena adanya kebergantungan industri terhadap gelatin berbasis babi,” ucap Nurrulhidayah.

Sebagai alternatif, ia memperkenalkan potensi pektin yang diekstrak dari kulit buah naga sebagai bahan kapsul yang halal dan ramah lingkungan. ”Saya bersama tim meneliti bahwa pektin terbukti memiliki tekstur yang setara dengan gelatin komersial,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pektin memiliki kandungan daya tahan terhadap kondisi lambung yang memungkinkan pelepasan obat secara terarah, terutama untuk terapi kolorektal dan IBS. ”Kami berhasil mengekstraksi pektin dengan tingkat keberhasilan hingga 40 persen. Kandungan kelembapannya rendah sehingga aman disimpan dan tidak mudah rusak,” ungkapnya.

Pektin nabati

Ia juga menjelaskan bahwa pektin nabati sangat efektif dalam menstabilkan senyawa seperti kurkumin dalam sistem pelepasan obat secara terkontrol. Hal tersebut ia bandingkan dalam konteks pembentukan gel, ketahanan asam lambung, dan bioavailabilitas bahan aktif.

”Pektin bukan hanya halal dan alami, tetapi menawarkan keunggulan dalam efisiensi enkapsulasi dan keberlanjutan lingkungan. Ini adalah masa depan industri farmasi yang lebih etis,” ujarnya dengan tegas.

Melalui penelitian tersebut dirinya mendorong para mahasiswa dan akademisi untuk mengembangkan inovasi serupa di Indonesia. ”Mari kita manfaatkan kekayaan hayati yang melimpah terhadap produk farmasi halal yang belum sepenuhnya terpenuhi untuk kebutuhan lokal,” tandasnya.***(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Manusia tidak bisa terlepas dari komunikasi. Setiap hari, sel....

Suara Muhammadiyah

22 October 2024

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah - Suasana hangat menyambut bulan suci Ramadan terasa di Masjid Al Fatah k....

Suara Muhammadiyah

11 February 2026

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah – Memasuki hari ketiga Ramadan 1447 Hijriyah, bertepatan dengan....

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

Berita

SORONG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sorong meresmikan MarketMu, sebu....

Suara Muhammadiyah

4 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) laksanakan Sidang Te....

Suara Muhammadiyah

20 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah