Mengedepankan Nilai Universal, SMK Muhammadiyah Manggarai Timur Hadirkan Pembelajaran Ismuba yang Inklusif bagi Siswa Non-Muslim
MANGGARAI TIMUR, Suara Muhammadiyah - Sebagai lembaga pendidikan yang memegang teguh prinsip inklusivitas, SMK Muhammadiyah Manggarai Timur terus berkomitmen menciptakan ruang belajar yang ramah bagi semua golongan. Salah satu wujud nyata dari komitmen ini terlihat dalam tata laksana pembelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba).
Di sekolah ini, pembelajaran Ismuba bagi para siswa non-Muslim sama sekali tidak diarahkan pada aspek ritual keagamaan Islam. Sebaliknya, kurikulum dirancang secara khusus untuk berfokus pada nilai-nilai universal yang memperkaya wawasan kemanusiaan, etika, dan semangat kebangsaan. Bagi siswa non-Muslim, materi Ismuba difokuskan pada pengenalan etika, moralitas (akhlak), serta nilai-nilai organisasi Muhammadiyah yang menjunjung tinggi perdamaian dan kerukunan.
Kepala SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Bapak Wahyudin, S.Kom, menegaskan bahwa sebagai sekolah inklusif, perbedaan latar belakang agama bukanlah pembatas, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh siswa, tanpa terkecuali, mendapatkan nilai-nilai karakter yang berguna bagi masa depan mereka. Bagi siswa non-Muslim, materi Ismuba ditransformasikan menjadi pembelajaran nilai hidup (living values), seperti kejujuran, gotong royong, keadilan sosial, dan cinta tanah air," ujar Bapak Wahyudin, S.Kom.
Pembelajaran Ismuba yang kontekstual dan inklusif di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur ini bertumpu pada tiga aspek utama:
1. Wawasan Kemanusiaan: Menanamkan empati, menghargai hak asasi manusia, dan membangun kepedulian sosial antar-sesama tanpa memandang sekat agama.
2. Etika dan Moralitas Universal: Mendalami prinsip-prinsip akhlak mulia dan karakter yang diakui oleh semua agama, seperti integritas, kerja keras, dan tanggung jawab.
3. Nilai Organisasi dan Kebangsaan: Mengenalkan gerakan Muhammadiyah yang inklusif, menjunjung tinggi perdamaian, serta memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika demi menjaga kerukunan di NTT.
Langkah progresif yang diambil oleh SMK Muhammadiyah Manggarai Timur ini mendapat respons positif dan apresiasi hangat dari berbagai pihak, salah satunya dari Romo RD. Febriano K.R. Tagung dari pihak Pastoran Paroki Pota.
Kehadiran dukungan dari tokoh agama Katolik setempat ini mempertegas bahwa model pendidikan yang diterapkan sekolah mampu menjembatani perbedaan dengan sangat baik. Senada dengan pihak paroki, para orang tua murid serta masyarakat sekitar juga menyambut baik kebijakan ini. Ia menilai pendekatan tersebut berhasil menghapus sekat eksklusivitas dan menjadikan SMK Muhammadiyah Manggarai Timur sebagai model laboratorium toleransi yang nyata di dunia pendidikan.
Melalui model pembelajaran yang inklusif ini, SMK Muhammadiyah Manggarai Timur membuktikan bahwa sekolah bernuansa Islam mampu menjadi rumah yang nyaman bagi semua anak bangsa, sekaligus mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten di bidang vokasi, tetapi juga berwawasan luas dan berjiwa nasionalis. (Tim Humas)

