Pengajian KMM PDM Sukoharjo Putaran ke-4: Sinergitas Dakwah Muhammadiyah

Publish

16 February 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1315
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo kembali menggelar Pengajian Pembekalan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Sukoharjo putaran ke-4. Acara ini berlangsung pada Ahad, 16 Februari 2025, bertempat di Masjid Islamic Center Ma'had Aly Ahmad Dahlan Nguter.

Pengajian ini menghadirkan KH. Djumari, S.Ag, M.S.I, Ketua PDM Sukoharjo sebagai narasumber utama. Beliau akan membahas tema "Road Map Dakwah Muhammadiyah dan Sinergitas KMM Majelis Tabligh".

Acara ini dihadiri oleh 50 lebih perwakilan anggota KMM dari seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, beberapa tamu undangan turut hadir, di antaranya Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo Ahmad Zanin Nu'man, M.Pd.I, Koordinator KMM Daerah Sukoharjo Harjanto Wiwoho, S.Pd.I, M.Pd, dan Ketua PCM Nguter Drs. H. Mujiono.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Nguter Drs. H. Mujiono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan berharap dapat menjadi motivasi bagi para mubaligh.

"Selamat datang atas kehadirannya. Semoga pembekalan ini menjadi motivasi bagi para mubaligh. Alhamdulillah, KMM Nguter sudah terbentuk meskipun masih ada keterbatasan. Untuk Ramadhan sudah terprogram tarling di 17 ranting dan buka bersama dengan masyarakat setempat," ujar Mujiono.

Sementara itu Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo, Ahmad Zanin Nu'man, menegaskan pentingnya peran KMM dalam dakwah Muhammadiyah.

"Program Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah adalah memasifkan pengajian. Ujung tombaknya adalah KMM, karena pengajian adalah ruhnya Muhammadiyah. Maka, KMM harus benar-benar diaktifkan, terutama PCM yang belum memiliki KMM agar segera dibentuk," tegas Zanin.

Dalam pembekalan inti Ketua PDM Sukoharjo, Djumari, menekankan bahwa penguatan KMM tidak hanya sebatas data jumlah anggota, tetapi juga harus memiliki program yang jelas dan terukur.

"Tidak hanya sekadar data jumlah anggota KMM, tetapi juga program yang jelas dan terukur, lengkap dengan KPI," kata Djumari.

Djumari melanjutkan bahwa Muhammadiyah melalui para mubalighnya melindungi akidah umat.

"Berhati-hati dalam ibadah, serta melindungi aspek sosial seperti keselamatan manusia di dunia, mencerdaskan, mensejahterakan, dan mengurus masyarakat," ungkap Djumari.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dakwah Muhammadiyah, khususnya dalam mengoptimalkan peran KMM dalam menyebarkan nilai-nilai Islam serta mengembangkan strategi dakwah yang lebih efektif.

Majelis Tabligh PDM Sukoharjo berharap acara ini bisa digunakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan wawasan keislaman dan memperkuat ukhuwah Islamiyah mubaligh Muhammadiyah di Sukoharjo.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Hari Kebangkitan Nasional 2024: Membangun Indonesia yang Berdaulat Prof Dr H Haedar Nashir MSi, Ket....

Suara Muhammadiyah

20 May 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) be....

Suara Muhammadiyah

10 September 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Islam mengajarkan umatnya untuk hidup yang cerah. "Kalau hidupnya tid....

Suara Muhammadiyah

12 April 2026

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Keluarga besar Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo menggelar ....

Suara Muhammadiyah

7 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersama ....

Suara Muhammadiyah

14 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah