MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manggala Kota Makassar akan menggelar Pengajian Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiyah, Ahad, 23 Agustus 2026.
Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut akan berlangsung di Masjid Al Jihad, Kampung Manggala, mulai pukul 16.00 Wita atau selepas Salat Asar.
Pengajian menghadirkan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof H Zulfahmi Alwi, MAg, PhD, sebagai penceramah.
Sekretaris Majelis Tabligh PCM Manggala, Ridwan SE, kepada media Jumat 21 Agustus 2026 mengatakan pengajian terpadu merupakan bagian dari ikhtiar persyarikatan untuk memperkuat pembinaan keislaman sekaligus menghadirkan dakwah yang mencerahkan di tengah masyarakat.
“Pengajian ini menjadi ruang bersama untuk menambah pemahaman keislaman, memperkuat ibadah, dan mempererat ukhuwah antara warga persyarikatan dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengajian tidak hanya diperuntukkan bagi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah. Seluruh masyarakat juga diundang mengikuti kegiatan tersebut bersama keluarga, sahabat, dan tetangga.
“Kami mengajak masyarakat hadir dan mengambil manfaat dari ilmu yang disampaikan. Majelis ilmu harus menjadi tempat yang terbuka, menggembirakan, dan mencerahkan bagi semua,” katanya.
Ridwan menjelaskan, Majelis Tabligh PCM Manggala terus mendorong pelaksanaan pengajian secara berkesinambungan. Program tersebut menjadi bagian dari gerakan dakwah yang menyentuh jamaah hingga tingkat cabang dan ranting.
Sebelumnya, PCM Manggala bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Manggala, PCA Tello Baru, dan Pimpinan Ranting Aisyiyah Ujung Bori telah menggelar pengajian gabungan pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Pengajian tersebut menghadirkan Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PWM Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Makassar, Ustaz Dr Ilham Muhtar, Lc, MA.
Ridwan menuturkan, kesinambungan pengajian menjadi penting agar gerakan dakwah tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pengajian diharapkan melahirkan peningkatan pemahaman agama yang diwujudkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Dakwah harus terus bergerak, dekat dengan umat, serta mampu menghadirkan nilai Islam Berkemajuan dalam menjawab persoalan kehidupan,” tutur Ridwan.
Melalui pengajian terpadu ini, PCM Manggala berharap terbangun sinergi antara Muhammadiyah, Aisyiyah, pengurus masjid, dan masyarakat dalam memakmurkan masjid serta mengembangkan kegiatan dakwah.
“Semoga pengajian ini membawa keberkahan, mencerahkan pemahaman keagamaan, dan semakin menguatkan persaudaraan di tengah masyarakat Manggala,” pungkasnya. (yahya)

