YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak cukup hanya mengandalkan semangat membangun, tetapi harus didukung dengan perencanaan yang matang, tata kelola yang amanah, serta semangat berjamaah yang kuat.
Demikian dikemukakan Ahmad Syauqi Soeratno, Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Anggota DPD RI Dapil Yogyakarta saat Gathering PT Mentari Prima Niaga, Sabtu, 31 Juli 2026 di Hotel Alana Malioboro.
“Setiap pembangunan amal usaha harus berorientasi pada kemanfaatan umat dan keberlanjutan lembagA,” katanya. Menurutnya, pembangunan yang tidak didahului dengan kajian yang matang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Beliau mencontohkan pengalaman pendirian beberapa TK ABA dalam satu wilayah yang terlalu berdekatan sehingga terjadi persaingan dalam memperoleh peserta didik. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah murid menjadi sangat sedikit dan berdampak langsung pada kesejahteraan guru.
“Jangan sampai pembangunan hanya didasarkan pada semangat, tetapi mengabaikan kebutuhan wilayah dan keberlanjutan amal usaha. Dalam beberapa kondisi, yang dibutuhkan masyarakat justru sekolah dasar, bukan menambah TK baru di wilayah yang sudah jenuh,” jelasnya.
Beliau mencontohkan bahwa ribuan keluarga yang berada dalam ekosistem Muhammadiyah memiliki kebutuhan ekonomi yang dapat menjadi basis pengembangan usaha bersama.
“Jika dikelola dengan baik, hasilnya tidak hanya meningkatkan kesejahteraan guru, tetapi juga memperkuat keberlangsungan amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.
Pada bidang pembangunan fisik, Syauqi mengingatkan pentingnya profesionalisme dalam setiap proyek pembangunan. Panitia pembangunan harus memahami proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan konstruksi agar tidak terjadi pemborosan dana umat akibat perubahan desain maupun kesalahan perencanaan.
“Dana umat adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada Allah SWT. Karena itu tidak boleh ada korupsi, manipulasi, maupun penyalahgunaan anggaran dalam pembangunan amal usaha Muhammadiyah,” tegasnya.

