YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pagi-pagi sekali, halaman gedung PWM DIY telah dipenuhi kursi yang tersusun rapi memanjang. Di samping sebelah Utara, berjejer stand makanan yang siap memanjakan lidah para tamu undangan yang datang. Mulai dari dawet, siomay, bakso, empal gentong, hingga rebusan tersaji menemani suasanan pagi yang cerah. Kesibukan pagi itu tak dapat dibendung. Orang-orang lalu lalang mempersiapkan ini dan itu dalam rangka Milad ke-32 BPR Syariah BDW yang disemarakkan melalui agenda jalan sehat pada Ahad, 8 Februari 2026.
Rundown yang diawali dengan aktivitas jalan santai sejauh kurang lebih 3 km, para peserta yang tergabung dalam keanggotaan BPR Syariah BDW itu dimanjakan dengan suasana pedesaan yang asri meski secara geografis Gedung PWM DIY yang menjadi titik start dan finish terletak di tengah kota. Setelah jalan sehat, para peserta menikmati suguhan yang telah disediakan dan di sela-sela tersebut dilakukan pembagian doorprize melalui skema kupon undian.
Dalam sambutannya mewakili Ketua PWM DIY, Riduwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada para pendiri BPR Syariah Bangun Drajat Warga yang telah berjuang dalam pendirian lembaga keuangan yang hasilnya mulai dapat dinikmati sekarang. Menurutnya, kehadiran BPR Syariah BDW bukan hanya soal bisnis, melainkan ikhtiar strategis dalam menebar keberkahan dan memperkuat ekonomi umat.
“Atas nama PWM DIY, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya. Semoga BPRS BDW terus menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat dan Persyarikatan,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa BPR Syariah BDW akan terus berbenah dan melakukan transformasi agar terus relevan dengan tantangan zaman serta sejalan dengan nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Upaya ini, kata Riduwan penting untuk memastikan keberlanjutan BPR Syariah BDW sebagai instrumen dakwah ekonomi Muhammadiyah yang profesional dan berkemajuan.
Riduwan menegaskan, BPR Syariah BDW sebagai Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang lebih dari setengah sahamnya milik Persyarikatan itu menjadi syarat penting dalam pengembangan dakwah organisasi melalui jalur ekonomi.
“Ketika saham mayoritas milik Muhammadiyah, orientasi usaha selain harus profit, juga memiliki misi sosial dan dakwah,” ujarnya dalam Milad yang mengusung tema “Sinergi Berkemajuan” itu.
Lebih lanjut, ia menyoroti kontribusi nyata Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM), termasuk BPR Syariah BDW dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Melalui pembiayaan syariah yang inklusif dan berpihak pada sektor usaha mikro dan kecil, BPR Syariah BDW diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi umat sekaligus memandirian ekonomi mereka di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Riduwan memaparkan capaian menggembirakan dari sisi kontribusi BPR Syariah BDW kepada Persyarikatan. Kontribusi yang semula berada di angka 12,5 persen kini meningkat menjadi 25 persen dari total nilai sekitar Rp 8,5 miliar di tahun 2026.
Riduwan berharap ke depan BPR Syariah BDW semakin kuat secara kelembagaan, profesional dalam pengelolaan, dan tetap teguh pada nilai-nilai syariah dan Kemuhammadiyahan. Dengan begitu, BPR Syariah BDW tidak hanya menjadi institusi keuangan yang sehat, tapi juga lokomotif dakwah ekonomi yang berdampak nyata bagi penguatan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama BPR Syariah Bangun Drajat Warga (BDW) Mardiyana dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam menyukseskan Milad ke-32 BPR Syariah BDW. Menurutnya tema “Sinergi Berkemajuan” memiliki arti penting bagi lembaga keuangan yang ia pimpin sebagai sebuah keniscayaan zaman, sekaligus semangat tajdid dalam mengelola Badan Usaha Milik Muhammadiyah.
“Saya berharap, melalui tema Milad ke-32 “Sinergi Berkemajuan” dapat membawa BPR Syariah Bangun Drajat Warga menjadi lembaga keuangan yang berkemajuan. Sehingga memiliki dampak yang lebih luas kepada masyarakat,” tegasnya.
Hadir membersamai sekaligus meramaikan agenda Milad ke-32 BPR Syariah BDW, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Syamsul Anwar, Wakil Ketua PWM DIY sekaligus Komisaris BPRS BDW Gita Danupranata, Ketua Dewan Pengawas Syariah BPRS BDW M Khaeruddin Hamsin, dan seluruh pemegang saham. (diko)

