Perkuat Sinergi Tuntaskan TBC di Jogja

Publish

24 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
126
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Kolaborasi Dinkes DIY, MPKU DIY, dan RS PKU Muhammadiyah Gamping 

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi momentum penting bagi penguatan kolaborasi lintas sektor dalam percepatan eliminasi TBC. Kegiatan seminar hybrid yang digelar pada Kamis, 23 April 2026 itu diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan DIY bekerja sama dengan MPKU PWM DIY dan RS PKU Muhammadiyah Gamping, dengan tema “Jogja Nyawiji: Sinergi Aksi Tuntaskan TB”.

Kegiatan ini diikuti sekitar 170 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, perguruan tinggi, dinas kesehatan, dinas sosial, hingga masyarakat umum. Meski sebagian besar peserta berasal dari DIY, partisipasi juga datang dari berbagai daerah lain di Indonesia, menandakan bahwa isu TBC masih menjadi perhatian bersama. 

Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. H. Ahmad Faesol, Sp.Rad, M.Kes, MMR, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama lintas institusi merupakan kunci dalam menghadapi TBC yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Ia menegaskan rumah sakit harus berada dalam jejaring kolaborasi yang kuat. “Kami menyambut baik kerja sama ini, karena penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat agar upaya eliminasi TBC benar-benar bisa berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPKU PWM DIY, dr. Masykur Rahmat, MARS, menekankan komitmen Muhammadiyah untuk terus berperan aktif bersama pemerintah daerah. Menurutnya, keterlibatan organisasi masyarakat sangat penting dalam memperluas jangkauan edukasi dan layanan. “Muhammadiyah berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam isu TBC. Kerja bersama ini harus dijaga agar semakin banyak masyarakat yang terjangkau oleh layanan dan edukasi yang benar,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, M.PH, juga hadir dan memberikan sambutan. Ia menyoroti bahwa eliminasi TBC membutuhkan dukungan menyeluruh dari berbagai pihak, bukan hanya tenaga kesehatan. “Penanggulangan TBC harus dilakukan secara komprehensif. Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan rumah sakit, klinik, puskesmas, organisasi profesi, dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam sesi materi, Kepala Bidang P2P Dinkes DIY, dr. Ari Kurniawati, MPH, menyampaikan situasi dan kebijakan TBC di DIY. Ia mengapresiasi peran Muhammadiyah dan Aisyiyah yang selama ini terlibat sebagai bagian dari tim percepatan eliminasi TBC. Menurutnya, gerakan bersama semacam ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat penemuan kasus dan edukasi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai bagian dari Tim Percepatan Eliminasi TBC. Peran organisasi masyarakat sangat strategis dalam menjangkau komunitas,” ungkapnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh dokter spesialis paru RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Ardorisye Saptaty Fornia, Sp.P., M.Kes, yang membahas update tata laksana TBC terbaru. Ia menjelaskan adanya perubahan pada dosis obat serta pengenalan regimen baru yang perlu dipahami tenaga kesehatan. “Ada pembaruan dalam tata laksana TBC, termasuk penyesuaian dosis dan regimen terapi baru yang perlu diterapkan dengan tepat agar hasil pengobatan lebih optimal,” jelasnya.

Dari sisi TBC anak, dr. Rina Triasih, M.Med (Paed)., Ph.D., Sp.A(K), menyampaikan bahwa pendekatan diagnosis TBC anak terus mengalami penyempurnaan. Ia menegaskan bahwa skoring TBC tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan. “Diagnosis TBC anak harus dilihat secara menyeluruh. Skoring memang membantu, tetapi tidak menjadi patokan utama. Kita perlu mempertimbangkan kondisi klinis dan pemeriksaan penunjang secara lebih lengkap,” ujarnya.

Adapun penguatan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama disampaikan oleh dr. Nadia Nur Azizah dari Klinik Firdaus 24 Jam. Ia menekankan pentingnya FKTP dalam penemuan dan pengobatan kasus TBC. “FKTP adalah pintu awal layanan. Jika penemuan kasus dan pengobatan berjalan baik di tingkat ini, maka rantai penularan dapat diputus lebih cepat,” katanya.

Apt. Edwin Daru Anggara, M.Sc., MPH, selaku technical officer public private mix Global Fund TBC, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari upaya kolaboratif yang sebelumnya banyak menyasar perguruan tinggi, dan kini diperluas ke organisasi masyarakat serta fasilitas kesehatan. “Ini salah satu bentuk perluasan kolaborasi. Sebelumnya kami banyak bekerja sama dengan perguruan tinggi, dan sekarang cakupannya diperluas ke organisasi masyarakat dan fasilitas kesehatan agar dampaknya lebih luas,” ujarnya.

Diskusi peserta juga berlangsung aktif. Salah satu peserta, dr. Ika Anis Nur Nadhira dari Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Berbah, mengajukan pertanyaan terkait penegakan diagnosis TBC anak di fasilitas pratama dengan keterbatasan sarana. Ia menanyakan bagaimana memastikan diagnosis tetap akurat tanpa bergantung berlebihan pada skoring dan hasil rontgen yang berpotensi menimbulkan salah baca. Pertanyaan ini mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan.

Pertanyaan menarik lainnya datang dari Agus Supriyanto, pengelola umum operasional puskesmas di Kulon Progo. Ia menyoroti langkah tracing yang lebih efisien di masyarakat. “Bagaimana cara membatasi penularannya, dan langkah tracing di lapangan yang lebih efisien, karena kadang status pasien menjadi privasi medis,” ujarnya. Pertanyaan ini mendapat perhatian karena menyentuh persoalan teknis sekaligus etika dalam penanggulangan TBC.

Selain pertanyaan, peserta juga menyampaikan apresiasi positif. HARYANTO, karyawan swasta dari PKU Gamping, menilai kegiatan ini menambah pengetahuan yang bermanfaat. Sementara Elisabeth Erningtyas, A.Md.Kep dari Klinik Satria Gadingan, berharap seminar seperti ini terus dilaksanakan secara rutin karena mudah diakses dan memberi manfaat langsung bagi tenaga kesehatan.

Melalui kegiatan ini, Dinkes DIY, MPKU, dan RS PKU Muhammadiyah Gamping menegaskan bahwa eliminasi TBC hanya bisa dicapai melalui kerja bersama yang konsisten, terukur, dan melibatkan seluruh unsur pelayanan kesehatan serta Masyarakat (Edwin Daru Anggara).


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) sukses menjadi penyelengg....

Suara Muhammadiyah

26 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka menyemarakkan Idul Adha 1446 H, SMP Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

4 June 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Takmir Masjid Darul Muslimin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesugi....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

BANDAR LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya memperkuat pendidikan moderasi beragama di ka....

Suara Muhammadiyah

25 July 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) PDM Cilacap, sebagai ajang memotivasi....

Suara Muhammadiyah

10 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah