DEPOK, Suara Muhammadiyah – Tidak bisa dinafikan keberadaan sekolah dan madrasah memegang peranan yang sangat substansial. Kata Didik Suhardi, memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.
“Ini penting membangun komitmen, bahwa Muhammadiyah yang sudah sekian lama membangun pendidikan harus tetap satu langkah di depan,” tegasnya.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menekankan, sekolah dan madrasah Muhammadiyah tidak bisa diremehkan, sebab kualitasnya jauh lebih unggul dari yang lainnya.
“Sekolah kita bukan nomor dua. Sekolah kita adalah sekolah nomor satu, menjadi pilihan pertama,” tegas Didik, Kamis (27/8) saat Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad) Region DKI Jakarta di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Bojongsari Baru, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.
Di sinilah peran kepala sekolah dan madrasah mesti berani bersaing dengan sekolah dan madrasah meningkatkan kualitas, dan menunjukkan keunggulan yang terbaik.
“Perlu ada program unggulan, program yang bisa ditonjolkan, program yang punya daya panggil. Program yang punya kekhususan, program yang punya keunikan,” tekannya.
Bagi Didik, keunikan di situ menjadi titik picu ketertarikan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya. Di samping, membranding sekolah sebagai pusat pendidikan keislaman, menjadi langkah yang sangat penting untuk memperkuat kepercayaan orang tua.
“Orang menyekolahkan di madrasah pasti keislamannya ingin yang baik. Tapi yang baiknya itu seperi apa? Itu yang harus kita tonjolkan, Insyaallah itu akan menjadi daya tarik,” ujar Didik, yang juga Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan.
Sebab, orang tua ingin menyekolahkan anak-anaknya ke tempat yang terbaik. Mengerucut di sini berupa sekolah dan madrasah yang bermutu.
“Harus pandai-pandai mencari kira-kira strong point apa yang akan dibangun di madrasah. Kemampuan apa yang akan diberikan kepada madrasah sehingga siswanya merasa bangga bersekolah di situ,” katanya.
Lebih fundamentalnya lagi, kemampuan manajerial (manajerial skil). Bagi Didik ini menjadi penting, di samping juga, kepala sekolah dan madrasah mesti memiliki kemampuan leadership yang baik, menjadi sangat mendesak dalam mengelola lembaga pendidikan.
“Kemampuan untuk mengambil keputusan. Itulah yang sekarang diperlukan. Karena apa? Eksekutor, itu memang orang yang harus beran mengambil risiko,” terangnya.
Bagi Didik, hal demikian itu menjadi bagian penting dari kepemimpinan kepala sekolah dan madrasah. Sebab, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu merancang program, tetapi juga harus berani mengeksekusinya demi kemajuan sekolah atau madrasah. (Cris)

