PWM Riau: Muhammadiyah Hadirkan Pendidikan Terbuka dan Mencerahkan

Suara Muhammadiyah

11 May 2026

286
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau kembali menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-30 Program Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma Tiga Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus UMRI, Sabtu (9/5/2026). Sebanyak 418 wisudawan dan wisudawati dari delapan fakultas dan Sekolah Pascasarjana resmi dikukuhkan.

Wisuda kali ini mencerminkan keberagaman dan semangat inklusivitas, dengan hadirnya lulusan lintas agama di lingkungan akademik UMRI. Dalam sambutannya, Rektor UMRI, Saidul Amin, mengangkat tema “Alumni Berkarakter dan Berdampak, UMRI Unggul Mencerahkan Semesta”.

Ia menegaskan bahwa lulusan UMRI harus mampu menjadi pribadi berkarakter, inovatif, dan memberi manfaat bagi masyarakat di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital. Menurutnya, UMRI tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan nilai dan integritas lulusan.

Rektor juga menyampaikan sejumlah capaian strategis UMRI menjelang Milad ke-18, di antaranya hadirnya dua guru besar serta pembangunan Gedung Mahmud Marzuki Tower (MMT) sembilan lantai. Ke depan, UMRI juga merencanakan pembangunan rumah sakit pendidikan, perpustakaan modern, dan auditorium.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Hendri Sayuti, menegaskan bahwa kampus Muhammadiyah hadir sebagai rumah besar pendidikan yang terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang suku, budaya, ekonomi, maupun golongan. Menurutnya, dengan semangat Islam Berkemajuan, Muhammadiyah berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang unggul, inklusif, dan mencerahkan.

Ia juga menekankan bahwa Muhammadiyah tidak hanya mencetak lulusan berkompetensi akademik, tetapi juga membentuk alumni yang berkarakter, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Nilai toleransi, inklusivitas, dan pelayanan kemanusiaan, lanjutnya, menjadi bagian nyata dari gerakan Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Hendri Sayuti, sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia Timur bahkan dikenal memiliki mahasiswa mayoritas non-muslim dan diterima luas oleh masyarakat. Hal tersebut menjadi bukti bahwa Muhammadiyah mampu menghadirkan pendidikan yang humanis, terbuka, dan tanpa diskriminasi.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Nopriadi, mengapresiasi perkembangan UMRI yang kini memiliki lebih dari 15 ribu mahasiswa dan mendorong peningkatan akreditasi menuju “Unggul” serta rekognisi internasional.

Wisuda ke-30 UMRI juga menghadirkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyampaikan orasi ilmiah tentang ketahanan pangan nasional dan optimisme Indonesia menuju kemandirian pangan global.

Momentum wisuda ini menegaskan komitmen UMRI sebagai perguruan tinggi unggul dan berdampak yang terus berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban. (fjr/rdk)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah- Edukasi aksi lingkungan terpadu dilakukan di ‘Aisyiyah Boarding S....

Suara Muhammadiyah

30 November 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keg....

Suara Muhammadiyah

15 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) bersama Pimpinan Komisa....

Suara Muhammadiyah

27 April 2026

Berita

 BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung secara resmi melanti....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Profesi advokat menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Ber....

Suara Muhammadiyah

8 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah