Ribuan Siswa SMP/MTs Muhammadiyah se-Surabaya Ikuti Praktik Manasik Haji

Suara Muhammadiyah

3 February 2026

698
Praktik Manasik Haji SMP/MTs Muhammadiyah se-Kota Surabaya

Praktik Manasik Haji SMP/MTs Muhammadiyah se-Kota Surabaya

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - ​Sebanyak 1.730 siswa dari 18 SMP dan MTs Muhammadiyah se-Kota Surabaya memadati Asrama Haji Sukolilo pada Selasa (3/2). Kehadiran mereka untuk mengikuti agenda tahunan Ujian Praktik Manasik Haji yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam).

​Ketua Foskam SMP/MTs Muhammadiyah Surabaya, Drs H Ali Mujafal, MPdI menyampaikan, kegiatan ini merupakan program rutin yang terus dievaluasi setiap tahunnya. Berdasarkan evaluasi sebelumnya, program ini mendapat respons positif di atas 75% dari sekolah, siswa, maupun wali murid.

​"Anak-anak diharapkan paham apa itu rukun, wajib, hingga sunnah haji. Namun lebih dari itu, kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, ketertiban, kerapian, kekompakan, hingga kesabaran," ujarnya.

​Peserta tahun ini, sebut Ali, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Jika sebelumnya diikuti oleh 1.600 siswa, tahun ini tercatat sebanyak 1.730 siswa dari seluruh sekolah Muhammadiyah tingkat menengah di Surabaya turun ke lapangan.

​"Mudah-mudahan ini menjadi syiar kita bersama, sehingga sekolah Muhammadiyah terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya," harapnya.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, H Dikky Syadqomullah, MHES memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya praktik manasik haji massal tersebut. Menurut Dikky, kegiatan tahunan ini merupakan bentuk syiar agama yang luar biasa, sekaligus sarana edukasi praktis bagi generasi muda Muhammadiyah dalam memahami rukun Islam yang kelima.

​"Harapannya ke depan, anak-anak ini sudah siap secara fisik, mental, maupun rohani. Haji itu bukan hanya soal fisik, tetapi ada bentuk zikir di dalamnya. Dengan pelatihan ini, anak-anak kita terbiasa berzikir kepada Allah sejak dini," jelas Dikky.

​Selain sebagai bekal pribadi, Dikky menyebutkan bahwa pengajaran manasik sejak tingkat SMP bertujuan agar para siswa siap jika suatu saat harus mendampingi atau menggantikan peran orang tua dalam beribadah.

​"Kita tunjukkan bahwa anak-anak Muhammadiyah sudah siap ketika ada panggilan haji. Jika suatu saat orang tua berhalangan atau ada udzur, anak-anak ini sudah memiliki bekal ilmu untuk menggantikan," tandasnya. (Yuda)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bisnis sebagai sesuatu yang niscaya pada abad masa kini. Semu....

Suara Muhammadiyah

14 October 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIA....

Suara Muhammadiyah

19 July 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Selain pembukaan expo dan bazar, rangkaian resepsi Milad 113 Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas M....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

27 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah