Saat Tokoh Nasional dan Akademisi Muhammadiyah Ramai-ramai "Turun Gunung" Urus Ranting

Suara Muhammadiyah

16 August 2026

302
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Konsolidasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan di Rumah Aspirasi HNW, Pasar Minggu, Sabtu (15/8/2026), menjadi momentum penguatan organisasi dengan kehadiran sejumlah tokoh penting nasional. 

Selain diisi oleh tokoh-tokoh sentral PDM, agenda strategis ini juga dihadiri oleh Hajriyanto Y. Thohari, Pimpinan 13 Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode lalu.

Kehadiran mantan pimpinan teras PP Muhammadiyah sekaligus mantan Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan pentingnya posisi ranting dalam konstelasi gerakan persyarikatan.

 Hajriyanto yang kini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pejaten Barat merupakan sosok utama yang menginisiasi berdirinya ranting di wilayah tersebut.

Langkah Hajriyanto turun gunung memimpin ranting menjadi teladan nyata bahwa pengabdian di Muhammadiyah tidak dibatasi oleh tingkatan struktural, sekaligus membuktikan bahwa lini akar rumput merupakan fondasi utama organisasi.

Ketua PDM Jakarta Selatan, Dr. H. Edy Sukardi, menegaskan bahwa kehadiran tokoh-tokoh senior di tingkat ranting menjadi suntikan energi besar bagi persyarikatan.

 Menurutnya, ranting adalah ujung tombak yang memegang peranan krusial dalam menyentuh langsung kehidupan masyarakat.“Ranting tidak boleh hanya menjalankan fungsi administratif semata, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat pelayanan umat yang aktif, progresif, dan mampu merespons problematika sosial di lingkungannya,” ujar Edy.

Semangat pengembangan ranting ini juga terlihat dari hadirnya Profesor Zulfahmi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Akademisi ini hadir membawa misi ekspansi gerakan dengan menginisiasi berdirinya calon PRM Lenteng Agung, yang dipersiapkan menjadi basis baru Muhammadiyah di Jakarta Selatan.

Komitmen Tokoh Nasional Penasihat PDM Jakarta Selatan yang juga tokoh nasional, Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid (HNW), dalam arahannya kembali mengingatkan bahwa kekuatan sejati Muhammadiyah berada pada kesolidan jamaah di tingkat terbawah.“Penting menempatkan ranting sebagai basis utama gerakan Muhammadiyah. 

Pembinaan kapasitas dan penguatan struktur di tingkat akar rumput menjadi agenda yang harus diprioritaskan secara berkelanjutan agar organisasi tetap relevan dan berdaya saing,” kata Hidayat.

Dalam konsolidasi bertajuk “Penguatan Ranting-Ranting sebagai Basis Gerakan” ini, Hidayat juga mengajak seluruh kader memaksimalkan potensi wilayah.

 Salah satunya melalui gagasan pembangunan Masjid Ahmad Dahlan di Jakarta Selatan yang akan difungsikan sebagai pusat peradaban dan sentra kegiatan umat.

Agenda yang difasilitasi oleh Wakil Ketua PDM Jaksel Muhammad Iqbal dan Sekretaris Muamar Khadafi ini diikuti oleh dua orang utusan dari masing-masing ranting se-Jakarta Selatan. 

Perwakilan yang hadir meliputi jajaran PRM dari PCM Cilandak, PCM Pancoran, Radio Dalam, Gunung, Haji Aom, Pondok Indah, Tebet Pelita, Pejaten Barat, serta calon PRM Lenteng Agung dan Petogogan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Bidang Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih da....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi....

Suara Muhammadiyah

14 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Perdagangan RI, Dr. (HC) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., member....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi menerima emp....

Suara Muhammadiyah

16 February 2024

Berita

PEMALANG, Suara Muhammadiyah - Gerakan sholat subuh berjamaah (GSSB) dan pengajian akbar merupakan s....

Suara Muhammadiyah

12 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah