Saat Tokoh Nasional dan Akademisi Muhammadiyah Ramai-ramai "Turun Gunung" Urus Ranting

Suara Muhammadiyah

16 August 2026

760
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Konsolidasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan di Rumah Aspirasi HNW, Pasar Minggu, Sabtu (15/8/2026), menjadi momentum penguatan organisasi dengan kehadiran sejumlah tokoh penting nasional. 

Selain diisi oleh tokoh-tokoh sentral PDM, agenda strategis ini juga dihadiri oleh Hajriyanto Y. Thohari, Pimpinan 13 Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode lalu.

Kehadiran mantan pimpinan teras PP Muhammadiyah sekaligus mantan Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan pentingnya posisi ranting dalam konstelasi gerakan persyarikatan.

 Hajriyanto yang kini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pejaten Barat merupakan sosok utama yang menginisiasi berdirinya ranting di wilayah tersebut.

Langkah Hajriyanto turun gunung memimpin ranting menjadi teladan nyata bahwa pengabdian di Muhammadiyah tidak dibatasi oleh tingkatan struktural, sekaligus membuktikan bahwa lini akar rumput merupakan fondasi utama organisasi.

Ketua PDM Jakarta Selatan, Dr. H. Edy Sukardi, menegaskan bahwa kehadiran tokoh-tokoh senior di tingkat ranting menjadi suntikan energi besar bagi persyarikatan.

 Menurutnya, ranting adalah ujung tombak yang memegang peranan krusial dalam menyentuh langsung kehidupan masyarakat.“Ranting tidak boleh hanya menjalankan fungsi administratif semata, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat pelayanan umat yang aktif, progresif, dan mampu merespons problematika sosial di lingkungannya,” ujar Edy.

Semangat pengembangan ranting ini juga terlihat dari hadirnya Profesor Zulfahmi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Akademisi ini hadir membawa misi ekspansi gerakan dengan menginisiasi berdirinya calon PRM Lenteng Agung, yang dipersiapkan menjadi basis baru Muhammadiyah di Jakarta Selatan.

Komitmen Tokoh Nasional Penasihat PDM Jakarta Selatan yang juga tokoh nasional, Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid (HNW), dalam arahannya kembali mengingatkan bahwa kekuatan sejati Muhammadiyah berada pada kesolidan jamaah di tingkat terbawah.“Penting menempatkan ranting sebagai basis utama gerakan Muhammadiyah. 

Pembinaan kapasitas dan penguatan struktur di tingkat akar rumput menjadi agenda yang harus diprioritaskan secara berkelanjutan agar organisasi tetap relevan dan berdaya saing,” kata Hidayat.

Dalam konsolidasi bertajuk “Penguatan Ranting-Ranting sebagai Basis Gerakan” ini, Hidayat juga mengajak seluruh kader memaksimalkan potensi wilayah.

 Salah satunya melalui gagasan pembangunan Masjid Ahmad Dahlan di Jakarta Selatan yang akan difungsikan sebagai pusat peradaban dan sentra kegiatan umat.

Agenda yang difasilitasi oleh Wakil Ketua PDM Jaksel Muhammad Iqbal dan Sekretaris Muamar Khadafi ini diikuti oleh dua orang utusan dari masing-masing ranting se-Jakarta Selatan. 

Perwakilan yang hadir meliputi jajaran PRM dari PCM Cilandak, PCM Pancoran, Radio Dalam, Gunung, Haji Aom, Pondok Indah, Tebet Pelita, Pejaten Barat, serta calon PRM Lenteng Agung dan Petogogan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Keluarga besar Muhammadiyah Cabang Jebres menggelar pengajian ....

Suara Muhammadiyah

17 April 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim Dosen Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri dan Informati....

Suara Muhammadiyah

18 August 2026

Berita

BUTON, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka merayakan Milad ke-23 Universitas Muhammadiyah Buton (....

Suara Muhammadiyah

7 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Univer....

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Suasana haru dan bahagia menyelimuti aula pertemuan pada Ahad, (15/6) s....

Suara Muhammadiyah

15 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah