"School Branding" Strategi Sekolah Menjadi Magnet bagi Calon Wali Murid

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

506
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Pendidikan dan Latihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) menggelar WEBINAR SERIES #1 bertajuk “Why Do Parents Choose Your School? (Strategi Sekolah Menjadi Magnet bagi Calon Wali Murid)”. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pimpinan dan pengelola sekolah Muhammadiyah untuk memperkuat positioning serta daya saing lembaga pendidikan di tengah perubahan sosial, teknologi, dan kebijakan yang terus bergerak dinamis.

Webinar menghadirkan narasumber nasional yang kompeten. Dr. Sarjilah, M.Pd., selaku Direktur PusdiklatMu, menegaskan pentingnya inovasi sebagai napas transformasi sekolah. Didik Suhardi, Ph.D., Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PPM, membedah visi sekolah masa depan yang adaptif dan berbasis mutu. Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., Staf Khusus Kemendikdasmen, mengulas arah kebijakan pendidikan terkini yang perlu direspons secara strategis. Sementara Achmad Muhammad, M.Ag., menguatkan fondasi nilai ideologis Muhammadiyah sebagai ruh pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Materi Aplikatif disampaikan oleh Agung Rahmanto, S.H., M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah Sapen. Dalam paparannya tentang mewujudkan sekolah unggul, ia menekankan bahwa branding bukan sekadar promosi visual atau media sosial, melainkan hasil dari sistem yang terkelola dengan baik.

Menurutnya, sekolah unggul harus mampu membaca perubahan: tren masyarakat, perkembangan teknologi dan AI, dinamika multi generasi, hingga kebijakan pemerintah. Dari sana, sekolah menentukan arah persaingan dan merancang strategi berbasis potensi internal. Ia mengutip pendekatan 7S Framework McKinsey sebagai pijakan, meliputi sistem, strategi, struktur, gaya kepemimpinan, staf, keterampilan, dan nilai bersama (shared values).

Lebih jauh, Agung menjelaskan pentingnya pengelolaan sekolah menggunakan perspektif Balanced Scorecard yang diadaptasi untuk AUM. Perspektif pertama adalah customer, yakni pertumbuhan jumlah murid, tingkat kepuasan, dan keterlibatan masyarakat sebagai indikator kepercayaan publik. Kedua, proses, berupa tata kelola yang menjunjung prinsip akuntabilitas, transparansi, efektivitas, dan efisiensi. Ketiga, aset, yang menekankan pengembangan aset tangible dan non-tangible untuk meningkatkan kualitas layanan. Keempat, learning and growth, yaitu kemampuan sekolah beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan kapabilitas SDM.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses tersebut harus berakar pada nilai-nilai ideologis Muhammadiyah seperti tauhid, tajdid, kreatif, dinamis, tabligh, dan berorientasi masa depan. Nilai inilah yang membedakan sekolah Muhammadiyah dari lembaga lain.

Melalui pendekatan sistemik dan berbasis nilai, Agung Rahmanto menegaskan bahwa orang tua memilih sekolah bukan semata karena fasilitas, melainkan karena kepercayaan terhadap manajemen, kultur, dan kualitas layanan. Branding sejati, tegasnya, adalah reputasi yang dibangun dari konsistensi mutu dan keteladanan.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Maraknya kasus kekerasan di lingkungan pelayanan kesehatan menjadi ....

Suara Muhammadiyah

21 April 2026

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah – Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor resmi meluncurkan buku berjudu....

Suara Muhammadiyah

5 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Seperti yang kita ketahui bahwa Baitul Maqdis di Palestina merupaka....

Suara Muhammadiyah

2 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam puncak Milad ke-112 Muhammadiyah di Sportorium Universit....

Suara Muhammadiyah

2 December 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menambah jumlah guru besar ....

Suara Muhammadiyah

17 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah