"School Branding" Strategi Sekolah Menjadi Magnet bagi Calon Wali Murid

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

527
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Pendidikan dan Latihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) menggelar WEBINAR SERIES #1 bertajuk “Why Do Parents Choose Your School? (Strategi Sekolah Menjadi Magnet bagi Calon Wali Murid)”. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pimpinan dan pengelola sekolah Muhammadiyah untuk memperkuat positioning serta daya saing lembaga pendidikan di tengah perubahan sosial, teknologi, dan kebijakan yang terus bergerak dinamis.

Webinar menghadirkan narasumber nasional yang kompeten. Dr. Sarjilah, M.Pd., selaku Direktur PusdiklatMu, menegaskan pentingnya inovasi sebagai napas transformasi sekolah. Didik Suhardi, Ph.D., Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PPM, membedah visi sekolah masa depan yang adaptif dan berbasis mutu. Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., Staf Khusus Kemendikdasmen, mengulas arah kebijakan pendidikan terkini yang perlu direspons secara strategis. Sementara Achmad Muhammad, M.Ag., menguatkan fondasi nilai ideologis Muhammadiyah sebagai ruh pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Materi Aplikatif disampaikan oleh Agung Rahmanto, S.H., M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah Sapen. Dalam paparannya tentang mewujudkan sekolah unggul, ia menekankan bahwa branding bukan sekadar promosi visual atau media sosial, melainkan hasil dari sistem yang terkelola dengan baik.

Menurutnya, sekolah unggul harus mampu membaca perubahan: tren masyarakat, perkembangan teknologi dan AI, dinamika multi generasi, hingga kebijakan pemerintah. Dari sana, sekolah menentukan arah persaingan dan merancang strategi berbasis potensi internal. Ia mengutip pendekatan 7S Framework McKinsey sebagai pijakan, meliputi sistem, strategi, struktur, gaya kepemimpinan, staf, keterampilan, dan nilai bersama (shared values).

Lebih jauh, Agung menjelaskan pentingnya pengelolaan sekolah menggunakan perspektif Balanced Scorecard yang diadaptasi untuk AUM. Perspektif pertama adalah customer, yakni pertumbuhan jumlah murid, tingkat kepuasan, dan keterlibatan masyarakat sebagai indikator kepercayaan publik. Kedua, proses, berupa tata kelola yang menjunjung prinsip akuntabilitas, transparansi, efektivitas, dan efisiensi. Ketiga, aset, yang menekankan pengembangan aset tangible dan non-tangible untuk meningkatkan kualitas layanan. Keempat, learning and growth, yaitu kemampuan sekolah beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan kapabilitas SDM.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses tersebut harus berakar pada nilai-nilai ideologis Muhammadiyah seperti tauhid, tajdid, kreatif, dinamis, tabligh, dan berorientasi masa depan. Nilai inilah yang membedakan sekolah Muhammadiyah dari lembaga lain.

Melalui pendekatan sistemik dan berbasis nilai, Agung Rahmanto menegaskan bahwa orang tua memilih sekolah bukan semata karena fasilitas, melainkan karena kepercayaan terhadap manajemen, kultur, dan kualitas layanan. Branding sejati, tegasnya, adalah reputasi yang dibangun dari konsistensi mutu dan keteladanan.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Muhammad Sam'an Doktor Pertama UMAM Muhammad Sam’an, dosen Universitas Muhammadiyah Semarang ....

Suara Muhammadiyah

15 May 2026

Berita

PONTIANAK, Suara Muhammadiyah - Ramadhan 1445 Hijriyah tahun 2024 menjadi salah satu momentum istime....

Suara Muhammadiyah

30 March 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Tengah (PWA Kal....

Suara Muhammadiyah

18 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan ....

Suara Muhammadiyah

29 October 2025

Berita

Menapaki  Pegunungan, Menyalakan Cahaya Ramadhan di Uhaidao Penulis: Furqan Mawardi, Ketua LPC....

Suara Muhammadiyah

18 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah