Selagi Ada Kesempatan, Perbanyak Beramal dan Berbuat Kebaikan

Suara Muhammadiyah

13 September 2026

180
M Muchlas Abror. Foto: Cris

M Muchlas Abror. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Hidup di dunia tidak selamanya. Siapa pun tanpa terkecuali ajal pasti akan datang. “Di mana pun dan kapan datangnya, kita semua tidak ada yang tahu,” ungkap M Muchlas Abror.

Karena itu, mengingat amat misteriusnya kehidupan esok hari, Muchlas mengajak agar bijak-bestari dalam memanfaatkan tempo tersisa sebagaimana semestinya.

“Kehidupan ini harus diisi dengan amal yang baik, kerja keras, serta pengabdian kepada Allah SwT,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 tersebut.

Sebab, waktu yang telah pergi, tak pelak tak bisa kembali lagi. “Waktu yang masih ada ini, kita mesti berbuat yang baik,” tekannya.

Implementasinya dalam konteks kehidupan sosial-bermasyarakat, pinta Muchlas, mesti berbuat baik sesama tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.

“Harus saling menghargai, saling membantu, dan menjaga hubungan dengan sesama,” ujarnya saat Pengajian Ahad Pagi di Masjid Mataram, Pakel Baru, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Ahad (13/9).

Memang menjadi keharusan untuk melakukan konteks di situ. Di satu sisi, diseru pula perlunya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

“Inilah kesempatan yang baik yang mesti kita lakukan selagi masih ada sisa waktu,” sambungnya.

Tentu hal demikian berimplikasi dengan wejangan Nabi Muhammad Saw agar menggunakan kesempatan ini sebelum datangnya kesempitan sebagaimana terekam di riwayat ak-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

“Pesan hadis ini mengajarkan agar manusia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah SwT,” beber Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah tersebut.

Derivasi hadis itu mengerucut hususnya pada konteks masa muda, yang kata Muchlas, harus memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk berbuat kebaikan.

“Jangan sampai masa muda berlalu tanpa diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai ketika sudah tua baru menyadari bahwa banyak kesempatan yang telah terlewatkan,” tegasnya.

Demikian pula dengan kesehatan. Kesehatan menjadi barang termahal nilainya yang tak bisa tergantikan oleh apa pun. “Selagi sehat, gunakanlah kesehatan untuk beribadah, bekerja, dan melakukan amal kebaikan,” ajaknya.

Bekerja dan beramal menjadi kesaksamaan bagi umat Islam yang mesti diejawantahkan. Bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.

“Kerja yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab merupakan bagian dari amal saleh,” sebut Muchlas.

Dengan waktu yang masih ada, kesempatan hari ini semestinyalah kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk berbuat kebaikan dan memberikan kemanfaatan bagi sesama.

“Kita dapat mengisi dan menggunakan wkatu sebaik-baiknya. Kita banyak berbuat kebaikan kepada sesama. Sehingga semakin tinggi tingkat kebermanfaatannya bagi orang lain, amal itu semakin utama dan berkah,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban bekerja sama dengan Puskesmas Wire meng....

Suara Muhammadiyah

27 May 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Kemarau panjang tahun ini telah menyebabkan sumber air di beberapa te....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah &ndash....

Suara Muhammadiyah

27 January 2026

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Brebes dan Politekn....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menandatangani Akta Jual ....

Suara Muhammadiyah

7 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah