Sinergi ParagonCorp dan Wiralab, Perkuat Inovasi dan Ekosistem Riset Multi-Omics

Suara Muhammadiyah

6 August 2026

133
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Langkah kolaboratif baru PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) membantu membangun ekosistem riset yang komprehensif di Indonesia. Hal ini mendorong keterlibatan peneliti-peneliti dalam negeeri untuk menghasilkan karya yang bermanfaat langsung bagi bangsa.

Berkaitan dengan semangat tersebut ParagonCorp secara resmi menggandeng PT Wiralab Analitika Solusindo (Corpora Science) untuk menjalankan penelitian wide range of multi-omics research. Fokus utama dari kerja sama perdana ini masih jarang memiliki basis data kuat di dalam negeri bahkah di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

dr. Sari Chairunnisa, Vice President of Research & Development ParagonCorp, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menghadirkan produk terbaik melalui teknologi terkini. Selama ini, banyak terapi kecantikan dan kesehatan kulit di Indonesia masih mengacu pada data penelitian populasi luar negeri.

"Paragon melihat mengembangkan ekosistem research itu adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk menghasilkan produk yang bermanfaat dan terasa hasilnya di konsumen kami," ujar dr. Sari di Artotel Suites Bianti, Yogyakarta, pada Kamis (6/8).

Turut hadir jajaran dari PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) serta PT Wiralab Analitika Solusindo (Corpora Science). Keduanya berkomitmen untuk berkolaborasi memperkuat ekosistem untuk kemajuan riset hingga industri di tanah air.

Kemitraan ini juga mendapatkan sambutan hangat dari Felix Tanny, Chairman Dynatech Group. Ia menekankan pentingnya setiap perusahaan untuk melakukan "level up" pada divisi Research and Development (R&D). Felix mengapresiasi visi ParagonCorp yang tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga pada penciptaan produk yang bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi kolaborasi ini bukan tanpa alasan. dr. Sari menyebut bahwa Yogyakarta menjadi titik awal untuk membangun ekosistem riset yang komprehensif. Harapannya, penelitian ini akan melibatkan banyak peneliti lokal dengan semangat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sehingga hasil riset benar-benar lahir dari dan untuk Indonesia.

Meskipun pengambilan data lapangan diprediksi tidak memakan waktu lama, proses pengolahan data multi-omics yang kompleks akan menjadi tantangan berikutnya. Tim riset menargetkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2027, hasil awal atau "intipan data" dari penelitian psoriasis ini sudah dapat terlihat.

Ke depannya, ParagonCorp dan Corpora Science berencana memperluas cakupan riset mereka ke kondisi kulit lainnya serta berbagai masalah kulit yang hingga kini data populasi Indonesianya masih minim. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pionir dalam melahirkan produk perawatan kulit yang lebih personal dan akurat bagi konsumen. (Riz)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) telah m....

Suara Muhammadiyah

5 December 2023

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah — Suasana hangat dan penuh semangat dakwah terasa sejak Subuh ....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

GOLD COAST, Suara Muhammadiyah — Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Australia menyelenggarakan k....

Suara Muhammadiyah

1 January 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Program Studi S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pascasarjana ....

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisy....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah