Siswa Muhammadiyah 25 Pamulang Belajar Antikorupsi di KPK hingga Strategi UMKM di SMESCO

Suara Muhammadiyah

9 April 2026

604
Foto Istimewa

Foto Istimewa

TANGERANG SELATAN, Suara Muhammadiyah — Upaya menanamkan integritas sejak dini dilakukan SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang dengan membawa 229 siswa kelas XII belajar langsung ke lembaga negara, Kamis (2/4/2026). Dalam satu hari, para siswa mendapatkan pembelajaran praktis tentang antikorupsi, literasi, hingga kewirausahaan dari tiga institusi berbeda.

Kunjungan ini mencakup Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), dan SMESCO Indonesia. Para siswa dibagi berdasarkan program studi agar materi yang diterima lebih relevan dan aplikatif.

Di KPK, siswa program Teknik dan Sosial Humaniora mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya integritas, transparansi, serta peran generasi muda dalam mencegah praktik korupsi. Mereka juga diperkenalkan pada berbagai pendekatan edukasi antikorupsi yang dilakukan lembaga tersebut, baik melalui jalur formal maupun nonformal.

Tim Penjamin Mutu Perguruan Muhammadiyah Setiabudi Pamulang, Hj. Zesmita Umar, S.H., M.Pd., menegaskan bahwa pengalaman langsung menjadi kunci dalam membangun karakter siswa.

“Pembelajaran di lapangan seperti ini memberi pemahaman yang lebih kuat dibandingkan teori di kelas, terutama dalam menanamkan nilai antikorupsi,” ujarnya.

Sementara itu, siswa program Tahfiz dan Analis Kesehatan mengunjungi Perpusnas untuk memperdalam literasi informasi di era digital. Mereka dikenalkan pada beragam fasilitas dan koleksi yang dapat menunjang pembelajaran mandiri.

Salah satu siswa, Irfan Al Hafiz, mengaku kunjungan tersebut membuka perspektif baru tentang pentingnya memanfaatkan sumber belajar secara optimal.

“Perpusnas menyediakan banyak referensi yang bisa membantu kami belajar lebih luas, tidak terbatas pada buku pelajaran,” katanya.

Seluruh peserta kemudian mengikuti kunjungan bersama ke SMESCO Indonesia. Di sana, siswa memperoleh gambaran nyata tentang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk strategi peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional hingga global.

Kepala SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, Dr. Hartono, M.A., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan realitas di lapangan.

“Melalui kunjungan ini, siswa tidak hanya memahami peran lembaga negara, tetapi juga melihat secara langsung peluang kontribusi mereka, baik sebagai warga negara yang berintegritas maupun calon wirausaha,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus membekali siswa dengan wawasan kewarganegaraan dan keterampilan abad ke-21. Dengan pengalaman langsung tersebut, siswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai integritas serta lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. (Salman)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Islam sebagai agama tidak hanya dipahami dalam dimensi perintah dan....

Suara Muhammadiyah

15 December 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Sekolah Wira Usaha Aisyiyah (SWA) Angkatan I resmi dibuka pada....

Suara Muhammadiyah

7 December 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat pera....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Berita

DURI, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 28 regu putra dan putri dari tingkat SMP/Sederajat mengiku....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazizmu) Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

22 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah