SM dan Majelis Tarjih Soft Launching Fikih Informasi dan Fikih Zakat Kontemporer

Suara Muhammadiyah

24 January 2026

760
Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Penerbit Suara Muhammadiyah melakukan soft launching buku fenomenal, Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer, Sabtu (24/1) di Gedung Serbaguna Lantai 10 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas menyampaikan, buku Zakat Kontemporer merupakan hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-31 di Gresik, Jawa Timur.

"Penanggung jawab materinya dulu adalah almarhum Bapak Fuad Zein. Kita doakan bersama mudah-mudahan menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat bagi beliau," ujar Hamim.

Ditambahkan Hamim, Fikih Zakat Kontemporer merupakan satu kesatuan yang dikonstruksi sedemikian rupa. "Kita buat sesuai dengan perkembangan yang ada," terangnya.

"Tidak ketinggalan zaman terlalu jauh," menekankan relevannya fikih ini.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk kerja sama penerbitan dua buku penting ini.

"Yang sebetulnya di lingkungan Suara Muhammadiyah cukup sering ditanya persoalan-persoalan kontemporer seputar zakat," bebernya, menyingkap betapa esensialnya buku ini.

Memang, tidak bisa dinafikan, persoalan zakat meniscayakan titik pijak yang kokoh, baik secara normatif maupun kontekstual, agar dapat menjawab kebutuhan umat.

"Melalui buku ini insyaallah bisa menjadi satu referensi yang bisa kita distribusikan secara massal," terang Deni.

Demikian pula dengan buku Fikih Informasi. Pada tahun 2019-2020, Deni sebut, buku ini sudah pernah diterbitkan dan disosialisasikan.

"Waktu itu Suara Muhammadiyah kerja sama dengan Tarjih dan Kominfo saat menterinya Pak Rudiantara," ungkapnya.

etapi, berjalannya waktu, yang disertai kompleksitas masalah kehidupan di era digital, maka buku ini dilakukan revisi untuk menemukan titik utuhnya yang relevan bagi masyarakat.

"Mengingat kita tahu informasi Microsoft yang 2020 bahwa Indonesia ternyata sangat buruk dalam versi Digital Civility Index-nya. Nomor 29 dari 32 negara, etika bermedsosnya. Maka wajar kemudian buku Fiqh Informasi ini menjadi urgen untuk kita konsumsi, khususnya di kalangan umat Islam dan Muhammadiyah," jelasnya.

Menilai fundamenntalnya dua buku tersebut, secara khusus, Deni merekomendasikan untuk menjadikan sumber utama referensi bagi perguruan tinggi Muhammadiyah.

"Kami boleh usul nanti, buku ini atau dua buku ini menjadi referensi wajib di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Untuk yang satu di muamalah, yang satu di informatika, di lingkungan PTM," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Kolaborasi menjadi hal yang utama untuk mencapai baru yang diharapkan....

Suara Muhammadiyah

7 February 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Suasana Syawal penuh berkah dimanfaatkan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan silaturahmi ke Kantor Kedu....

Suara Muhammadiyah

30 April 2026

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - PCM Banjarmasin 13 yang berlokasi di Kecamatan Banjarmasin Ut....

Suara Muhammadiyah

9 November 2023

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah –  Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Kudus bersama  ....

Suara Muhammadiyah

15 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah