SM dan Majelis Tarjih Soft Launching Fikih Informasi dan Fikih Zakat Kontemporer

Suara Muhammadiyah

24 January 2026

819
Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Penerbit Suara Muhammadiyah melakukan soft launching buku fenomenal, Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer, Sabtu (24/1) di Gedung Serbaguna Lantai 10 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas menyampaikan, buku Zakat Kontemporer merupakan hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-31 di Gresik, Jawa Timur.

"Penanggung jawab materinya dulu adalah almarhum Bapak Fuad Zein. Kita doakan bersama mudah-mudahan menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat bagi beliau," ujar Hamim.

Ditambahkan Hamim, Fikih Zakat Kontemporer merupakan satu kesatuan yang dikonstruksi sedemikian rupa. "Kita buat sesuai dengan perkembangan yang ada," terangnya.

"Tidak ketinggalan zaman terlalu jauh," menekankan relevannya fikih ini.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk kerja sama penerbitan dua buku penting ini.

"Yang sebetulnya di lingkungan Suara Muhammadiyah cukup sering ditanya persoalan-persoalan kontemporer seputar zakat," bebernya, menyingkap betapa esensialnya buku ini.

Memang, tidak bisa dinafikan, persoalan zakat meniscayakan titik pijak yang kokoh, baik secara normatif maupun kontekstual, agar dapat menjawab kebutuhan umat.

"Melalui buku ini insyaallah bisa menjadi satu referensi yang bisa kita distribusikan secara massal," terang Deni.

Demikian pula dengan buku Fikih Informasi. Pada tahun 2019-2020, Deni sebut, buku ini sudah pernah diterbitkan dan disosialisasikan.

"Waktu itu Suara Muhammadiyah kerja sama dengan Tarjih dan Kominfo saat menterinya Pak Rudiantara," ungkapnya.

etapi, berjalannya waktu, yang disertai kompleksitas masalah kehidupan di era digital, maka buku ini dilakukan revisi untuk menemukan titik utuhnya yang relevan bagi masyarakat.

"Mengingat kita tahu informasi Microsoft yang 2020 bahwa Indonesia ternyata sangat buruk dalam versi Digital Civility Index-nya. Nomor 29 dari 32 negara, etika bermedsosnya. Maka wajar kemudian buku Fiqh Informasi ini menjadi urgen untuk kita konsumsi, khususnya di kalangan umat Islam dan Muhammadiyah," jelasnya.

Menilai fundamenntalnya dua buku tersebut, secara khusus, Deni merekomendasikan untuk menjadikan sumber utama referensi bagi perguruan tinggi Muhammadiyah.

"Kami boleh usul nanti, buku ini atau dua buku ini menjadi referensi wajib di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Untuk yang satu di muamalah, yang satu di informatika, di lingkungan PTM," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KENDAL, Suara Muhammadiyah – Paragon Technology and Innovation (Paragon) berkontribusi dalam P....

Suara Muhammadiyah

18 September 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menjadi tuan rumah rapat kerja wil....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 10 santri dari Madrasah Aliyah Darul Ihsan Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

1 March 2025

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah – Masjid Muhammadiyah Al Muhajirin bekerja sama dengan Masjid ....

Suara Muhammadiyah

26 August 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah  — Muhammadiyah Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kepemimpin....

Suara Muhammadiyah

16 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah