SM dan Majelis Tarjih Soft Launching Fikih Informasi dan Fikih Zakat Kontemporer

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
509
Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Penerbit Suara Muhammadiyah melakukan soft launching buku fenomenal, Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer, Sabtu (24/1) di Gedung Serbaguna Lantai 10 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas menyampaikan, buku Zakat Kontemporer merupakan hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-31 di Gresik, Jawa Timur.

"Penanggung jawab materinya dulu adalah almarhum Bapak Fuad Zein. Kita doakan bersama mudah-mudahan menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat bagi beliau," ujar Hamim.

Ditambahkan Hamim, Fikih Zakat Kontemporer merupakan satu kesatuan yang dikonstruksi sedemikian rupa. "Kita buat sesuai dengan perkembangan yang ada," terangnya.

"Tidak ketinggalan zaman terlalu jauh," menekankan relevannya fikih ini.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk kerja sama penerbitan dua buku penting ini.

"Yang sebetulnya di lingkungan Suara Muhammadiyah cukup sering ditanya persoalan-persoalan kontemporer seputar zakat," bebernya, menyingkap betapa esensialnya buku ini.

Memang, tidak bisa dinafikan, persoalan zakat meniscayakan titik pijak yang kokoh, baik secara normatif maupun kontekstual, agar dapat menjawab kebutuhan umat.

"Melalui buku ini insyaallah bisa menjadi satu referensi yang bisa kita distribusikan secara massal," terang Deni.

Demikian pula dengan buku Fikih Informasi. Pada tahun 2019-2020, Deni sebut, buku ini sudah pernah diterbitkan dan disosialisasikan.

"Waktu itu Suara Muhammadiyah kerja sama dengan Tarjih dan Kominfo saat menterinya Pak Rudiantara," ungkapnya.

etapi, berjalannya waktu, yang disertai kompleksitas masalah kehidupan di era digital, maka buku ini dilakukan revisi untuk menemukan titik utuhnya yang relevan bagi masyarakat.

"Mengingat kita tahu informasi Microsoft yang 2020 bahwa Indonesia ternyata sangat buruk dalam versi Digital Civility Index-nya. Nomor 29 dari 32 negara, etika bermedsosnya. Maka wajar kemudian buku Fiqh Informasi ini menjadi urgen untuk kita konsumsi, khususnya di kalangan umat Islam dan Muhammadiyah," jelasnya.

Menilai fundamenntalnya dua buku tersebut, secara khusus, Deni merekomendasikan untuk menjadikan sumber utama referensi bagi perguruan tinggi Muhammadiyah.

"Kami boleh usul nanti, buku ini atau dua buku ini menjadi referensi wajib di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Untuk yang satu di muamalah, yang satu di informatika, di lingkungan PTM," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tidak banyak ditemukan media yang bertahan lebih dari 1 abad ....

Suara Muhammadiyah

11 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Islam harus bisa menghadirkan kemakmuran untuk semua. Demikia....

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Peserta didik kelas X SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengikuti lawat....

Suara Muhammadiyah

20 April 2025

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah -- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat 2023-2027 hasil Mu....

Suara Muhammadiyah

28 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Korps IMMawati kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung proses d....

Suara Muhammadiyah

13 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah