Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

Suara Muhammadiyah

8 January 2026

714
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Manusia Indonesia masih dihadapkan dengan sengkarut permasalahan yang kompleks, lebih-lebih menyangkut soal sosial-budaya dan karakter mentalitas.

Dalam pandangan antropolog Koentjaraningrat, misalnya, dikemukakan permasalahan itu mengerucut pada sikap menerabas, kurang bertanggung jawab, dan tidak disiplin.

Di sisi lain, pandangan wartawan senior Mochtar Lubis menyebut ada mentalitas yang cenderung feodalistik. "Dan suka pada hal-hal yang bukan hanya erotik, tapi budaya pop (senang-senang)," sambung Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut Haedar, mentalitas seperti itu harus ditransformasikan. Kuncinya dengan pendidikan. Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam, telah kenyang dengan pengalaman dalam berkiprah di bidang pendidikan.

"Muhammadiyah konsen di sini. Biarpun sudah 113 tahun, kita meniscayakan pendidikan yang berkualitas," sebutnya, mengetengahkan jangan terjebak dalam zona nyaman. "Kalau kita berada di zona nyaman, pasti kualitasnya tidak akan meningkat," tegasnya.

Dan lebih substansial lagi, harus punya orientasi ke depan. "Masa depan itu proyeksi dari hari ini dan masa lalu," ujarnya. Disokong lagi, "Masa depan adalah hasil dari imajinasi dan inovasi yang progresif."

Menyimpulkan hal itu, Haedar menyebut, dalam rangka membangun masa depan, "pikirannya harus imajinatif dan progresif. Dan itu bisa dibangun," sebutnya. Di sinilah Muhammadiyah perlu memfokuskan pada arah tersebut.

"Dengan 164 perguruan tinggi, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah saya yakin bisa," tuturnya saat launching Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis (8/1) di Auditorium Kampus 1 Unimma, Tidar, Magelang, Jawa Tengah.

Termasuk, amal usaha kesehatan, mesti ditingkatkan lagi kualitasnya. Dan, lebih jauh lagi, soal ekonomi. "Muhammadiyah mulai garap ekonomi, biarpun bertahap," jelasnya, menekankan Muhammadiyah pada masa lampau para tokohnya adalah wirausahawan.

"Para penggerak Muhammadiyah di masa lalu mereka adalah entrepreneur," bebernya.

Karena itu, dengan topangan amal usaha yang dimiliki, untuk membangun ekonomi. Dengan catatan, perlu mengubah paradigma berpikir. "Bukan menjauhi dunia, tapi olah dunia dengan cara yang baik," pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Limbah minyak jelantah rumah tangga yang kerap mencemari lingkungan dio....

Suara Muhammadiyah

4 March 2026

Berita

SELANGOR, Suara Muhammadiyah – Persatuan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Persatuan Cab....

Suara Muhammadiyah

24 August 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mengadakan kegiatan ....

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota....

Suara Muhammadiyah

10 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Petani di berbagai wilayah terus menghadapi ancaman penurunan produ....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah