Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

Suara Muhammadiyah

8 January 2026

677
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Manusia Indonesia masih dihadapkan dengan sengkarut permasalahan yang kompleks, lebih-lebih menyangkut soal sosial-budaya dan karakter mentalitas.

Dalam pandangan antropolog Koentjaraningrat, misalnya, dikemukakan permasalahan itu mengerucut pada sikap menerabas, kurang bertanggung jawab, dan tidak disiplin.

Di sisi lain, pandangan wartawan senior Mochtar Lubis menyebut ada mentalitas yang cenderung feodalistik. "Dan suka pada hal-hal yang bukan hanya erotik, tapi budaya pop (senang-senang)," sambung Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut Haedar, mentalitas seperti itu harus ditransformasikan. Kuncinya dengan pendidikan. Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam, telah kenyang dengan pengalaman dalam berkiprah di bidang pendidikan.

"Muhammadiyah konsen di sini. Biarpun sudah 113 tahun, kita meniscayakan pendidikan yang berkualitas," sebutnya, mengetengahkan jangan terjebak dalam zona nyaman. "Kalau kita berada di zona nyaman, pasti kualitasnya tidak akan meningkat," tegasnya.

Dan lebih substansial lagi, harus punya orientasi ke depan. "Masa depan itu proyeksi dari hari ini dan masa lalu," ujarnya. Disokong lagi, "Masa depan adalah hasil dari imajinasi dan inovasi yang progresif."

Menyimpulkan hal itu, Haedar menyebut, dalam rangka membangun masa depan, "pikirannya harus imajinatif dan progresif. Dan itu bisa dibangun," sebutnya. Di sinilah Muhammadiyah perlu memfokuskan pada arah tersebut.

"Dengan 164 perguruan tinggi, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah saya yakin bisa," tuturnya saat launching Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis (8/1) di Auditorium Kampus 1 Unimma, Tidar, Magelang, Jawa Tengah.

Termasuk, amal usaha kesehatan, mesti ditingkatkan lagi kualitasnya. Dan, lebih jauh lagi, soal ekonomi. "Muhammadiyah mulai garap ekonomi, biarpun bertahap," jelasnya, menekankan Muhammadiyah pada masa lampau para tokohnya adalah wirausahawan.

"Para penggerak Muhammadiyah di masa lalu mereka adalah entrepreneur," bebernya.

Karena itu, dengan topangan amal usaha yang dimiliki, untuk membangun ekonomi. Dengan catatan, perlu mengubah paradigma berpikir. "Bukan menjauhi dunia, tapi olah dunia dengan cara yang baik," pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKATA, Suara Muhammadiyah – Setelah PWM DIY menggelar Pengajian Ramadhan 1445 H, kini gili....

Suara Muhammadiyah

30 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah lakukan Penandatanganan Nota Kesepahama....

Suara Muhammadiyah

22 July 2025

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah — Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi menyelenggarakan serah terim....

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di penghujung tahun 2025, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, yang ak....

Suara Muhammadiyah

31 December 2025

Berita

Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II  CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Ikatan Pe....

Suara Muhammadiyah

18 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah