Wamenlu Anis Matta Dorong Unismuh Jadi Laboratorium Kesadaran Geopolitik

Publish

18 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
513
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — “Krisis global sudah bergerak ke arah kita, Indonesia harus bersiap menghadapi musim dingin geopolitik.” Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta membuka orasinya dalam acara Dialog Kebangsaan di Aula Teater I Gift, Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Senin, 17 November 2025.

Dialog tersebut dipandu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh Makassar, Dr Luhur A Prianto. Acara dihadiri perwakilan Ormas Islam dan sivitas akademika Unismuh Makassar. 

Dalam pemaparannya, Anis menekankan bahwa geopolitik kini bukan lagi wilayah eksklusif diplomat dan elite, melainkan pengetahuan publik yang menentukan cara bangsa ini mengambil keputusan. “Kesadaran geopolitik harus menjadi bagian dari literasi bersama, termasuk di kampus,” ujarnya.

Anis menggambarkan dunia yang tengah berada dalam pusaran krisis sistemik, tatanan global lama runtuh, sementara tatanan baru belum terbentuk. Kekosongan itu memunculkan gelombang instabilitas, dari ketimpangan ekonomi hingga rapuhnya komitmen internasional yang tampak jelas pada tragedi Palestina. 

Lebih dari seratus konflik militer aktif, katanya, menunjukkan bahwa “musim dingin” itu sudah menyelimuti berbagai kawasan, terutama Timur Tengah yang kini menjadi game changer politik dunia. Dampaknya merembet ke Asia Selatan dan Asia Tenggara melalui ketegangan perbatasan dan gejolak politik yang menguji stabilitas kawasan. “Ini bukan untuk menakut-nakuti,” kata Anis, “tetapi ajakan agar Indonesia bersiap sebagai bangsa.”

Untuk membaca posisi Indonesia di tengah pusaran itu, Anis menguraikan empat “halaman geopolitik” yang membentuk arena strategis Indonesia, yakni geografi sebagai halaman takdir; dunia Islam sebagai halaman identitas, Global South sebagai ruang solidaritas, serta kemanusiaan sebagai panggung universal tempat krisis global berkelindan. 

Dalam persimpangan empat halaman ini, Indonesia memiliki dua modal besar, yakni populasi muslim terbesar di dunia dan posisi sentral di ASEAN. Hal tersebut menurutnya perlu dipahami publik, terutama komunitas akademik yang sedang menyiapkan generasi pemimpin baru.

Anis Matta berharap Unismuh dapat menjadi destinasi mahasiswa dari dunia Islam di masa mendatang. Namun ia menegaskan bahwa tugas utama kampus hari ini adalah membangun laboratorium kesadaran geopolitik. 

Forum seperti dialog kebangsaan, katanya, harus menjadi tradisi agar mahasiswa terbiasa membaca dinamika global dan tidak mudah terseret arus informasi negatif. Ia mengingatkan bahwa tradisi pengembaraan dan ilmu geografi dalam peradaban Islam adalah modal penting untuk membentuk imajinasi geopolitik generasi muda.

Menutup orasinya, Anis menegaskan bahwa kampus seperti Unismuh memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan intelektual Indonesia. Di tengah musim dingin geopolitik yang kian dekat, ia berharap kampus menjadi ruang di mana kesadaran baru tumbuh, kolaborasi antarbangsa diperkuat, dan Indonesia bersiap menghadapi dunia yang berubah cepat.

Rektor Unismuh, Dr Abdul Rahim Nanda dalam wawancara usai acara, menyebut paparan Anis sebagai pengingat bahwa perguruan tinggi harus memperluas cakrawala dan keluar dari pemikiran sektoral. Ia menilai situasi global “sangat mengkhawatirkan” dan kampus perlu memperkuat kerja sama internasional, terutama dengan negara-negara muslim. 

Ia menggarisbawahi pentingnya memasukkan geografi, sejarah kawasan, dan politik global dalam kurikulum agar mahasiswa memiliki kesadaran ruang dan peradaban yang lebih matang. “Ruang akademik harus menjadi tempat tumbuhnya kemampuan membaca dunia,” kata Rakhim. 

Dalam sambutan pembukaan, Rektor Unismuh juga memaparkan capaian Unismuh sebagai modal diplomasi kampus, mulai dari akreditasi unggul, sertifikasi ISO 21001:2018, pemeringkatan di Times Higher Education dan QS Asia University Ranking, hingga mandat pelatihan tenaga kesehatan untuk Arab Saudi. Rektor berharap rekam jejak ini membuka jalan kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah melakukan Pendampingan ....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Umat Islam di Sumatera Barat mendapatkan bantuan dari Badan Pengelola K....

Suara Muhammadiyah

29 April 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Riau (UMR....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan kegiatan Ramadan Youth Camp 2026,....

Suara Muhammadiyah

26 February 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Kaprodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Iman Har....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah