Wisuda Santri PPTQ Muhammadiyah Ibnu Juraimi, Jadilah Al-Qur'an Berjalan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
86
Wisuda PPTQ Ibnu Juraimi

Wisuda PPTQ Ibnu Juraimi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Suasana haru dan bahagia menyelimuti acara wisuda santri penghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an (PPTQ) Muhammadiyah Ibnu Juraimi Yogyakarta. Sejumlah tokoh hadir memberikan pesan dan motivasi kepada para wisudawan agar terus menjaga semangat belajar serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai generasi penerus umat dan bangsa.

"Pesan kami, wisuda bukan akhir, tetapi menjadi titik untuk melanjutkan pemahaman kita terhadap Al-Qur'an. Jadilah Al-Qur'an yang berjalan. Kembali dan bangun umat. Jangan lupa pulang, bangun umat," pesannya.

Menurut Hasto, Indonesia saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan visi yang jauh ke depan.

"Indonesia hari ini membutuhkan pemimpin yang sujudnya panjang dan visinya jauh ke depan. Kami bangga kepada kalian, dan umat menanti kehadiran kalian," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik dan pengasuh pesantren yang telah berhasil meluluskan para santri penghafal Al-Qur'an.

"Kami mengapresiasi Pondok Ibnu Juraimi atas perannya dalam mencetak generasi yang berkarakter. Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba, melainkan buah dari kepemimpinan yang bijak, ketulusan dalam berjuang, dan doa yang tak pernah putus," katanya. 

Sementara itu, Mudir PPTQ Muhammadiyah Ibnu Juraimi, KH Charis Thohari Rohman, mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan masa pendidikan di pesantren. Namun, ia mengingatkan bahwa selesainya pendidikan formal bukan berarti berakhirnya proses menuntut ilmu.

"Jenjang pembelajaran mungkin telah usai, tetapi setelah ini adalah waktu untuk mengembangkan ilmu yang telah diperoleh. Al-Qur'an adalah pondasi, setelahnya adalah pengembangan dalam kehidupan. Al-Qur'an itu semulia-mulianya ilmu," tuturnya.

Ia berpesan agar para alumni senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT, terus meningkatkan kapasitas diri, dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak integritas sebagai lulusan pesantren.

"Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. Jangan mudah puas terhadap prestasi dan ilmu. Istiqamahlah dalam menuntut ilmu, hindari syubhat dan maksiat, jaga nama baik pondok, serta terus berdoa agar Allah menjaga dan melindungi kita," pesannya. 

KH Charis juga menekankan pentingnya masa pengabdian bagi santri. Menurutnya, santri yang mengabdikan diri setelah lulus memiliki kedewasaan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

"Saya melihat anak yang mengabdi dan yang tidak mengabdi itu berbeda. Anak yang mengabdi lebih dewasa dalam menghadapi masalah dan persoalan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Aris Madani, menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri yang berhasil menyelesaikan hafalan dan pendidikan mereka.

"Hari ini air mata bahagia jatuh, bukan karena panggung yang megah, melainkan karena wisuda pelepasan para santri penghafal Al-Qur'an," katanya di Aula SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta (20/6).

Ia mengingatkan bahwa para wisudawan memiliki amanah untuk terus belajar dan mengajarkan Al-Qur'an kepada masyarakat.

"Ini bukan titik akhir untuk terus belajar. Sebagaimana sabda Nabi, sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur'an dan kemudian mengajarkannya," ujarnya.

Aris juga menegaskan bahwa prestasi akademik para alumni Ibnu Juraimi membuktikan bahwa menghafal Al-Qur'an tidak membuat seseorang tertinggal dalam bidang pendidikan maupun pengembangan diri.

"Alumni Ibnu Juraimi banyak yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa menghafal Al-Qur'an tidak akan membuat penghafalnya tertinggal dan terbelakang. Justru sebaliknya, mereka mampu melampaui batas-batas wilayah dan negara untuk terus mengembangkan diri," tandasnya.

Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para santri untuk melangkah ke jenjang berikutnya dengan bekal hafalan, pemahaman, dan akhlak Al-Qur'an. Para wisudawan diharapkan tidak hanya menjadi penjaga hafalan, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat, sehingga benar-benar menjadi "Al-Qur'an yang berjalan" di tengah umat. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

🌐 InnoTeach 2025 is Coming Soon! 📅 09–10 October 2025 We are pleased to announce the I....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Afanin Naura Faturrakhman (19) berhasil membuktikan bahwa kete....

Suara Muhammadiyah

9 July 2025

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah — Muktamar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

14 December 2025

Berita

LAMTENG, Suara Muhammadiyah - Fakultas Teknik Universitas Lampung menjajaki kerjasama bidang pendidi....

Suara Muhammadiyah

19 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Meski Al-Quran menyebut umat Islam sebagai umat terbaik. Bukan berarti....

Suara Muhammadiyah

23 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah