Workshop Branding Sekolah Muhammadiyah Bojonegoro Fokuskan Penguatan Promosi Digital

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

584
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 128 pimpinan dan kepala sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Bojonegoro mengikuti Workshop Branding dan Marketing Sekolah Muhammadiyah yang digelar di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat citra sekolah sekaligus menjawab tantangan promosi pendidikan di era digital.

Workshop tersebut diikuti Ketua dan Sekretaris Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta para kepala SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK Muhammadiyah. Tujuannya membangun reputasi sekolah agar semakin dikenal, dipercaya, dan dipilih masyarakat. Acara ini terselenggara berkat kerjasama tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Makang (UMM) dengan PDM kabupaten Bojonegoro.

Acara dibuka Wakil Bupati Bojonegoro periode 2025–2030, Nurul Azizah. Dalam sambutannya ia menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan. “Bojonegoro sangat peduli dengan pendidikan, apalagi sekarang era digital. Digitalisasi itu penting dan wajib. Pemerintah siap memfasilitasi pelatihan-pelatihan pendukung. Di Bojonegoro tidak boleh ada anak usia sekolah yang putus sekolah,” ujarnya.

Ketua PDM Kabupaten Bojonegoro, Drs. H. Suwito, M.Si., menambahkan bahwa perubahan zaman menuntut sekolah beradaptasi. Saat ini terdapat 63 sekolah Muhammadiyah di Bojonegoro yang perlu mulai serius menggarap branding digital. Menurutnya, mendidik anak harus selaras dengan perkembangan teknologi.

Materi utama disampaikan Nurudin, dosen Universitas Muhammadiyah Malang, yang mengulas strategi branding dan positioning. Ia menekankan branding bukan sekadar kebutuhan jangka pendek. “Sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya baik, tetapi juga harus dikenal, dipercaya, dan dipilih. Sekolah mau dikenal sebagai apa. Apakah unggulan, berkarakter, atau akademis. Itu harus mulai diposisikan. Media sosial sekarang tidak bisa dianggap remeh,” tutur mantan Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM itu.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, M. Himawan Sutanto, memaparkan pentingnya User Generated Content (UGC). Ia menjelaskan promosi modern harus memadukan pendekatan langsung (below the line) dan publikasi massal (above the line). “Promosi tidak bisa lagi cara kuno saja. Semua guru, karyawan, bahkan siswa bisa ikut membuat konten. Tulisan, foto, atau video. Semua untuk kepentingan sekolah,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi pelatihan dan pendampingan pembuatan UGC. Fakta menarik, promosi kini bukan hanya tugas tim media, tetapi tanggung jawab bersama sebagai bentuk promosi terintegrasi. PDM Bojonegoro pun berencana menindaklanjuti kegiatan ini dengan pelatihan lanjutan agar branding digital sekolah Muhammadiyah semakin kuat dan berkelanjutan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Perhatian 'Aisyiyah terhadap lanjut usia sangatlah tinggi karena l....

Suara Muhammadiyah

21 January 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. H....

Suara Muhammadiyah

23 July 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Ika Rizqy Damayanti, mahasiswi tunarungu asal Desa Kalimade, Kecama....

Suara Muhammadiyah

21 October 2025

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyelenggarakan Silaturahim ....

Suara Muhammadiyah

1 April 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengan dan Pendidikan Non Formal (D....

Suara Muhammadiyah

7 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah