14 Tahun Gramasurya adalah Anugerah

Suara Muhammadiyah

14 August 2026

360
Prof Dr Haedar Nashir M.Si

Prof Dr Haedar Nashir M.Si

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam mengembangkan AUM, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak seluruh komponen yang ada di AUM untuk menempatkan amanah tersebut sebagai anugerah. Dengan cara mengerahkan segala daya dan upaya untuk mencapai kesuksesan bersama. Hal ini ia sampaikan dalam Milad ke-14 Gramasurya yang mengangkat tema “Merangkai Kolaborasi, Merawat Amanah Berkelanjutan” di Ballroom SM Tower Malioboro (14/8).

Haedar Nashir dalam amanatnya menyampaikan rasa syukur atas perkembangan amal usaha Muhammadiyah yang dinilainya sangat luar biasa, tak terkecuali PT Gramasurya yang menjadi icon perusahaan percetakan yang 100 persen sahamnya dimiliki Persyarikatan.

Guru Besar Sosiologi UMY itu tak pernah menyangka, beberapa AUM yang sebelumnya hanya menempati ruangan sempit di sebuah gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kini telah berkembang pesat dengan gedung-gedung megah di pusat kota, seperti Suara Muhammadiyah, UMY, UAD, Unisa, dan bahkan PT Gramasurya. “Dulu kita tidak pernah membayangkan akan punya gedung-gedung megah,” ujarnya.

Menurut Haedar, Gramasurya adalah bentuk anugerah yang diciptakan untuk membangun kemandirian dan kemajuan organisasi serta warganya. Dalam perjalanannya selama 14 tahun terakhir, Gramasurya menunjukkan perkembangan yang cukup dinamis.

Sebagaimana namanya yang dalam bahasa Jawa berarti panas, menjadi spirit yang terus menggelora dalam setiap gerak dan nafasnya. Melakukan berbagai terobosan di segala aspek kehidupan. Dan yang tak kalah penting, profesionalisme terus menjadi panglima untuk mencapai kesuksesan bersama.

“Kita harus bekerja secara profesional, yaitu bekarya untuk melahirkan sesuatu yang terbaik,” ucap Pimpinan Redaksi Suara Muhammadiyah tersebut. 

Haedar berpesan bahwa anugerah tersebut perlu untuk terus dijaga dan dilipat gandakan potensinya melalui beberapa cara. Pertama, SDM yang ada perlu mengerahkan segala kemampuan terbaiknya untuk kemajuan amal usaha. Mulai dari pimpinan hingga karyawan harus memiliki orientasi yang sama, yakni menggapai masa depan dan cita-cita luhur Persyarikatan.  

Kedua, setiap orang harus memiliki etos pengkhitmatan berbasis keikhlasan, serta bersungguh-sungguh dalam berkarya. Membangun etos kerja tinggi yang berkarakter untuk menggapai kesuksesan bersama. 

Ketiga, membangun kebersamaan. Hal ini tak lain dan tak bukan menjadi salah satu upaya untuk membangun sistem kerja yang baik dan transparan. Setelah itu, yang keempat, membangun kolaborasi. Bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mempercepat langkah menuju tercapainya cita-cita bersama. 

“Saya melihat, 14 tahun Gramasurya telah menjadi api dan cahaya yang berkobar-kobar,” ungkap Haedar.

“Rumusnya, jangan menyerah. Sebagaimana lirik dalam salah satu lagu grup musik d’Masiv. Syukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah. Gramasurya adalah anugerah. jika Allah menghendaki kebaikan, tidak ada yang bisa menolak anugerah-Nya,” tutupnya dengan penuh keyakinan. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Hari Raya Idul Adha merupakan momentum istimewa bagi umat Islam ....

Suara Muhammadiyah

2 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Masih dalam suasana semarak Milad yang ke-60 tahun, Ikatan Mahasisw....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surak....

Suara Muhammadiyah

14 April 2026

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 50 tenaga pendidik dan kependidikan SD Muhammadiyah Program....

Suara Muhammadiyah

6 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Emte Highland Res....

Suara Muhammadiyah

26 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah