1500 Tahun Belum Ada Kalender Global, Fokus Pembahasan Rakerwil MTT PWM Jatim

Publish

16 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
421
Foto Istimewa

Foto Istimewa

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus sosialisasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) di Universitas Muhammadiyah Gresik, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua MTT PWM Jatim Prof. Dr. Achmad Zuhdi M.Fil.I, Sekretaris MTT PWM Jatim Dr. Dian Berkah M.H.I, serta keynote speech oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur Dr. Syamsuddin. Sosialisasi KHGT diisi narasumber Ir. Amirul Muslihin, Drs. Muhammad Syarif M.Ag, dan Andi Sitti Mariyam M.Si.

Rakerwil ini dilatarbelakangi kebutuhan menyelaraskan program kerja Majelis Tarjih dan Tajdid tingkat wilayah dan daerah se-Jawa Timur agar memiliki kesamaan tujuan, sasaran, serta waktu pelaksanaan pada tahun 2026 M/1447 H. Selain memplenokan program kerja PWM, forum ini juga membuka ruang usulan dari MTT PDM kabupaten/kota guna memperkuat agenda strategis sepanjang tahun.

Tujuan lainnya adalah mempererat silaturahim pengurus, menginventaris masukan daerah, serta memastikan rencana program dapat direalisasikan sebagai acuan bersama. Sosialisasi KHGT turut menjadi agenda penting mengingat penentuan awal Ramadhan 1447 H semakin dekat.

Dalam sambutannya, Prof. Zuhdi menegaskan program kerja tidak boleh berhenti pada daftar administratif, tetapi harus menjadi momentum dakwah nyata di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pengorbanan, komitmen, dan perencanaan matang agar kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya wilayah yang masih minim aktivitas dakwah. Menurutnya, kolaborasi anggaran dan program antardaerah dapat membantu mengangkat potensi wilayah kecil agar dikenal luas.

Dalam pidato kunci, Syamsuddin menjelaskan bahwa gagasan kalender Hijriah global sejatinya telah lama muncul dalam sejarah Islam, namun belum terealisasi secara menyeluruh. Padahal kalender merupakan salah satu penopang peradaban umat manusia.

Ia menyoroti bahwa selama lebih dari 15 abad umat Islam belum memiliki kalender tunggal yang disepakati dunia, sehingga penentuan awal Ramadhan atau Syawal kerap menunggu sidang isbat. Dengan KHGT, umat diharapkan lebih mandiri karena penanggalan dapat diketahui jauh hari melalui perhitungan astronomi.

Syamsuddin juga mengingatkan pentingnya membedakan antara nilai universal syariat dan praktik partikular sejarah. Menurutnya, metode hisab astronomis merupakan bagian dari ijtihad ilmiah yang sejalan dengan semangat syariat untuk memudahkan umat.

Ia menambahkan, aktivitas Majelis Tarjih di tingkat daerah perlu ditingkatkan agar tidak hanya bergantung pada kegiatan wilayah. Konsolidasi rutin diyakini dapat memperkuat rasa kebersamaan, memperluas dampak dakwah, bahkan memberi efek positif pada bidang ekonomi dan keilmuan masyarakat.

Rakerwil ini diharapkan menghasilkan program kerja yang terintegrasi dan aplikatif bagi seluruh Majelis Tarjih se-Jawa Timur, sekaligus memperkuat pemahaman tentang KHGT menjelang Ramadhan. Dengan demikian, keputusan keagamaan dapat dipahami secara ilmiah, sistematis, dan seragam di kalangan warga Muhammadiyah. (Syahroni Nur Wachid)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Sembilan anak Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhamm....

Suara Muhammadiyah

22 June 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) ....

Suara Muhammadiyah

20 September 2023

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Lazismu sebagai salah satu lembaga yang berada di bawah Pimpinan....

Suara Muhammadiyah

2 January 2025

Berita

Jika Lolos Bakal Buka S1 Ilmu Hukum dan Ilmu Psikologi MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Univers....

Suara Muhammadiyah

26 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Eks Narapidana Terorisme (Eks-Napiter) selama ini masih m....

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah