JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana lobi CGV FX Sudirman tampak berbeda dari biasanya pada Senin (11/5). Ratusan siswa berseragam rapi, orang tua yang tampak antusias, dan deretan poster film memenuhi area bioskop. Hari itu bukan sekadar jadwal nonton bareng biasa, melainkan perhelatan Vista Fest 2026 (Visual Talenta Festival and Booth of Culture), sebuah panggung pembuktian bagi sineas muda dari SMA Muhammadiyah 3 Jakarta.
Mengusung tema "Beyond The Ordinary-Youth Voice From Screen", ajang ini menampilkan 19 film pendek hasil karya kolaboratif siswa kelas 11. Yang istimewa, karya-karya ini bukan hanya sekadar tugas sekolah. Seluruh film tersebut telah resmi mengantongi Surat Keterangan Pencatatan Film (SKPF) dari Kementerian Kebudayaan RI. Artinya, karya mereka kini resmi tercatat dan diakui oleh negara sebagai bagian dari kekayaan kreatif bangsa.
Kegiatan kokurikuler ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, M.Pd. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi atas keberanian sekolah membawa karya siswa ke layar lebar. "SMA Muhammadiyah 3 Jakarta menjadi pelopor, menjadi yang pertama dalam menginisiasi kegiatan nonton bioskop hasil karya sendiri seperti ini. Ini adalah langkah nyata mendukung Jakarta sebagai Kota Sinema," ujarnya dengan penuh semangat.
Dibalik durasi film yang singkat, terdapat proses panjang yang menguras tenaga dan kreativitas. Selama berbulan-bulan, para siswa di setiap kelas didampingi oleh mahasiswa dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Kerja sama strategis ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan seni visual sejak dini.
Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, Suranti, S.Pd., menyampaikan bahwa melalui proses ini, siswa tidak hanya belajar soal teknis kamera atau akting. "Di SMA Muhammadiyah, kami tidak hanya memperhatikan faktor akademik, tetapi juga non-akademik. Lewat film, mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan menyelesaikan tantangan bersama di lapangan," tutur Suranti.
Semangat “Gerak, Bikin, Tunjukin” benar-benar terasa nyata di dalam studio bioskop. Penonton yang hadir tidak hanya dari kalangan siswa, tetapi juga para orang tua yang ingin menyaksikan langsung buah kreativitas anak mereka.
Salah satu orang tua siswa mengungkapkan rasa bangga dan harunya saat ditemui usai pemutaran film. "Ini pengalaman pertama bagi anak-anak, tapi hasilnya sangat hebat dan kreatif. Saya bangga karena kreativitas anak-anak bisa terwadahi secara profesional di sini," ungkapnya.
Dengan tayangnya 19 karya ini, SMA Muhammadiyah 3 Jakarta telah membuktikan bahwa suara anak muda melalui layar mampu memberikan warna baru bagi ekosistem kreatif Jakarta. Vista Fest 2026 menjadi bukti nyata bahwa jika diberi ruang, kreativitas siswa mampu melampaui batas-batas biasa (beyond the ordinary).

