Orang Berpuasa Di Bulan Ramadhan Dirindukan Surga
PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Empat golongan manusia yang dirindukan oleh surga karena amalan istimewa. Mereka adalah, orang yang gemar membaca Al Qur’an dan mengamalkannya, orang yang yang menjaga lisan dari perkataan kotor (ghibah atau kotor). Orang yang memberi makan orang lapar (dermawan) dan orang yang berpuasa di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan,
Demikian kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan Ustadz H. Ramlan,S. Pd .I Ketua Majelis Tarjih, Tajdid dan Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas. Kultum dilaksanakan sebelum Sholat Tarawih di Masjid Ar-Rahman di Komplek Perguruan Muhammadyah Jalan Barito Kuala Kapuas, Ahad (22/2/2026).
Diungkapkan Ustadz H. Ramlan, gemar membaca Al Qur’an yang dimaksud adalah mereka yang rutin membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran di dalamnya.
"Sebaik-baik orang adalah orang yang mau mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya. Keutamaan orang mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an akan mendapatkan kemulian, pahala yang besar, dan safaat di hari kiamat," ungkap Ustadz Ramlan.
Sholat Maghrib, Isya dan tarawih diikuti tokoh Muhammadiyah Kabupaten Kapuas Ustadz H. Kamaruddin A. K., Wakil Ketua PDM H. Sogian Noe, M. Pd dan H. Pangi Aka, S. Pd serta sejumlah kaum muslimin dan muslimat.
Puasa Mengajarkan Kesabaran
Di sisi lain, puasa di bulan ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam, yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim yang sudah baligh dan mampu melakukannya.
Ibadah puasa adalah sarana spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu dengan melatih kesabaran , membentuk akhlak mulia dan meningkatkan ketaqwaan. Puasa yang diwajibkan kepada kita sebagai sarana meningkatkan keimanan serta ketaqwaan .
Puasa juga mengajarkan kita untuk bersabar dan mengendalikan hawa nafsu, sehingga kita bisa lebih memahami makna pengorbanan dan kasih sayang kepada sesama.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tarjih, Tajdid dan Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas Ustadz Fahmi,M.Pd pada kuliah tujuh menit (kultum) sebelum sholat tarawih di Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Kapuas, Senin (23/2/2026).
Dijelaskan Ustadz Fahmi, ibadah puasa dibulan ramadhan bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan sebuah ibadah yang memiliki nilai pahala yang besar dan dapat menghapus dosa-dosa kita.
Oleh karena itu dia mengajak, mari kita melaksanakan ibadah puasa ramadhan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, dengan harapan agar kita menjadi lebih dekat kepada Allah SWT. Dan meningkatkan ketaqwaan serta kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup.
Disamping menyampaikan Kultum Ustadz M.Fahmi juga bertindak sebagai iman sholat isya dan tarawih, yang diikuti Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas Saifudin,SE, H.Fadli Ramli, Bendahara PDM Sidik Widiantoro,SE,MT, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat Drs.H.Haryunaedi dan sejumlah jemaah Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Kapuas.

