Aisyiyah Kuatkan Nilai Islam Berkemajuan Melalui Revitalisasi dan Reinterpretasi Seni dan Budaya

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
297
Inspirasi 'Aisyiyah

Inspirasi 'Aisyiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini mengatakan bahwa dalam kondisi yang tidak mudah seperti sekarang ini, dakwah yang dilakukan oleh Aisyiyah tidak boleh berhenti. Setiap tantangan harus memacu ikhtiar warga Aisyiyah untuk mengembangkan dakwah di berbagai bidang secara menyeluruh. Termasuk bagaimana ikhtiar ini dapat menginspirasi dan kemudian memajukan sektor seni, budaya, dan  olahraga di lingkungan ‘Aisyiyah. 

“Kami mengapresiasi berbagai kegiatan yang dilakukan dengan cara bersinergi antara majelis dengan lembaga ini. Kita memang sangat memerlukan kolaborasi dalam mensyiarkan bagian yang sangat penting melalui menejemen, yang itu menjadi mandat organisasi,” ujarnya dalam Inspirasi Aisyiyah dengan tema "Dakwah Seni dan Budaya Aisyiyah" yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengembangan 'Aisyiyah Pimpinan Pusat Aisyiyah (17/1). 

Seluruh proses membangun budaya dan seni yang dilakukan oleh Aisyiyah ini menurutnya menjadi aksi kreasi yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang didukung dengan kecanggihan teknologi. Perkembangan yang luar biasa pada sektor teknologi ini diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan dakwah ‘Aisyiyah. 

“Distribusi informasi yang semakin cepat dengan bantuan teknologi ini diperlukan guna mensyiarkan kebaikan secara lebih luas,” tegasnya. 

Tak jarang, dalam konteks kemajuan teknologi, hal-hal yang menjadi tranding adalah sesuatu yang negatif. Fenomena ini tentu menjadi tantangan bagi dakwah Aisyiyah dan Muhammadiyah. Terkait bagaimana dakwah yang dilakukan oleh Aisyiyah dapat mewarnai arus informasi di masyarakat luas. 

“Sedikit bicara banyak bekerja itu bukan kemudian kita membisu, melaikan ingin mengisi. Bahwa berbicara itu harus baik, menyampaikan pengalaman yang baik, tentunya menyampaikan sesuatu yang membuat orang lain maju dan tercerahkan. Inilah fungsi dari peran dakwah Aisyiyah,” papar Ketua BPH Univesitas Aisyiyah Yogyakarta tersebut. 

Dalam hal mengembangkan budaya dan seni, penguatan nilai menjadi sangat penting dan krusial. Mengapa hal ini perlu dilakukan, menurutnya, mensyiarkan sebuah nilai memiliki konsekuensi yang tidak mudah di masyarakat yang memiliki kultur kebudayaan yang kental. Seperti pisau bermata dua. Oleh karena itu reintepretasi dengan dasar nilai Islam berkemajuan dapat menjadi alternatif dakwah ‘Aisyiyah. 

“Saya pikir LBSO perlu mendalami hal ini untuk menghadapi berbagai budaya yang masih jauh dari nilai dan ajaran Islam,” ungkap Noordjannah. 

Ada beberapa poin penting dalam penguatan seni dan budaya menurut Noordjannah. Pertama, Muhammadiyah tidak anti terhadap seni. Kedua, menghidupkan nilai seni dan budaya yang tidak bertentangan dengan nilai Islam berkemajuan. Ketiga, menjadikan seni dan budaya sebagai sarana dakwah yang mencerahkan kehidupan. Keempat, bersikap inklusif namun tetap berpegang kepada nilai Islam yang memajukan. 

“Oleh karena itu hal-hal yang berkaitan dengan revitalisasi pemahaman budaya dan reintepretasi itu saya mengusulkan untuk dikuatkan di banyak tempat,” pesannya. Artinya, wasathiyah dalam banyak hal harus tetap menjadi pegangan. (diko


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Dua orang asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Pro....

Suara Muhammadiyah

19 January 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Pasar malam yang diadakan di sekitar kampus Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

29 February 2024

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais dalam amanatny....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Berita

Internasionalisasi Bahasa Indonesia Jadi Prioritas MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universita....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

MEDAN, Suata Muhammadiyah – Irsan Armadi, Hendra Gunawan dan Ismail Koto menjadi ketua, sekret....

Suara Muhammadiyah

30 July 2024