LEBONG, Suara Muhammadiyah - Meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya dengan menghadirkan ruang belajar dan tenaga pendidik. Cara lembaga dikelola serta bagaimana guru menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak menjadi bagian penting yang menentukan kualitas PAUD. Hal inilah yang menjadi perhatian Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Lebong melalui workshop penguatan pengelolaan dan pembelajaran PAUD.
Menariknya, pengalaman tersebut dibagikan langsung oleh praktisi pendidikan dari Yogyakarta. Maya Veri Oktavia, M.Pd., Ketua HIMPAUDI Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Yayasan Surya Semesta Pena (YSSP), datang ke Lebong untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang pengelolaan PAUD serta strategi menguatkan implementasi pembelajaran mendalam di tingkat TK/PAUD.
Workshop bertajuk “Strategi Pembelajaran dalam Menguatkan Implementasi Pembelajaran Mendalam di TK/PAUD” berlangsung pada Sabtu (5/9/2026), pukul 08.00–15.30 WIB. Kegiatan diikuti para pendidik dan peserta dari lingkungan pendidikan ‘Aisyiyah di Kabupaten Lebong.
Dalam workshop tersebut, peserta diajak melihat pembelajaran mendalam bukan sekadar sebagai pendekatan untuk menyampaikan materi, tetapi sebagai upaya menghadirkan proses belajar yang bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan dunia anak.
Guru didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan anak aktif bertanya, bereksplorasi, mencoba, menemukan, dan membangun pengalaman melalui proses yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Selain penguatan strategi pembelajaran, workshop juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan lembaga PAUD. Pengalaman praktis dari Yogyakarta diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi pengelola dan pendidik PAUD di Lebong dalam mengembangkan lembaga yang semakin berkualitas.
Pada pembukaan kegiatan, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Salmah Orbayinah, turut memberikan sambutan dan arahan secara daring.
Kehadiran narasumber dari Yogyakarta ke Lebong menjadi bagian dari semangat membangun jejaring pengetahuan antardaerah. Pendidikan, terutama PAUD, tidak hanya membutuhkan kebijakan dan program, tetapi juga pertukaran pengalaman agar praktik-praktik baik dapat tumbuh dan berkembang di berbagai daerah.
Melalui kegiatan tersebut, ‘Aisyiyah Lebong berharap para pendidik semakin memiliki bekal untuk mengelola lembaga sekaligus menghadirkan pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan anak.
Sebab, kualitas pendidikan masa depan sesungguhnya mulai dibangun dari bagaimana anak-anak hari ini mengalami proses belajar yang baik, bermakna, dan menggembirakan.

