Ajaran Islam Mengandung Irsyadah yang Sangat Luas

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

1058
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah memiliki identitas sebagai gerakan Islam yang mengemban misi dakwah dan tajdid. Sebagai gerakan Islam, pemahaman keagamaan niscaya berbasis keislaman.

“Paham keislaman adalah konstruksi dari ajaran Islam yang kita pahami, kita tafsirkan, dan kita usahakan untuk kita amalkan dalam kehidupan,” katanya saat memberikan keynote speech Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah PWM DIY, Senin (11/8) di Lantai 9 Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Haedar mengatakan, secara substansi, ajaran Islam sangat kaya, mendalam, luas, dan paripurna. Hal demikian sebagaimana dideklarasikan oleh Allah di Qs al-Maidah [5] ayat 3. “Itu deklarasi kesempurnaan Islam sebagai agama yang sempurna (paripurna),” ucapnya.

Dalam pandangan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Islam lebih disubstansialisasikan sebagai Agama (yakni Agama Islam) ialah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, yakni apa-apa yang Allah turunkan dalam Al-Qur'an dan apa-apa yang berasal dari sunnah yang shahih berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat.

“Yang menarik, Muhamamdiyah memasukan irsyadah (petunjuk-petunjuk). Petunjuk dalam makna umum, hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān. Tapi ada makna yang secara khusus—saya pernah tanya ke Pak Azhar Allahuyarham—Al Irsyadah juga mengandung makna hal-hal yang ditunjukkan Allah yang itu sebagai wahyu dan bersifat halus atau tidak verbal,” terangnya.

Di sini, Haedar menilai, bahwa Muhammadiyah sangat kaya dalam merespons perkembangan sekaligus memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Yang dari situ kemudian, melahirkan definisi agama Islam yang begitu substantif.

“Memahami ajaran Islam bukan hanya perintah dan larangan, tetapi irsyadah. Ada irsyadah yang lebih luas tentang penciptaan langit, bumi, dan alam semesta yang Tuhan hamparkan. Yang juga berbagai fenomena kehidupan dan hakikat kehidupan,” tuturnya.

Dalam konstruksi pada umumnya, umat Islam, termasuk di dalamnya warga Muhammadiyah, memahami Islam terbatas hanya pada aspek perintah dan larangan.

“Pelajari (lagi) Al-Qur’an dengan luas, dalam, begitu juga Sunnah Nabi agar kita tidak hitam putih di dalam berislam dan mewujudkan Islam,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

WONOGIRI, Suara Muhammadiyah - Ahad, 26 November 2023 Musyawarah Pimpinan Daerah Nasiatul ‘Ais....

Suara Muhammadiyah

28 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memiliki jaringan yang kuat dalam skala internasional menjadi salah....

Suara Muhammadiyah

9 December 2023

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Konsulat Jenderal Jepang di Medan Dr. Takonai Susumu menjadi narasumber ....

Suara Muhammadiyah

5 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen menerima tamu istimewa dari Hyundai Mobi....

Suara Muhammadiyah

3 October 2024

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melaksanakan audiensi dengan ....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah