Akademisi UM Bandung: Penerimaan Keluarga Menentukan Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus

Suara Muhammadiyah

3 June 2026

282
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan tumbuh kembang anak sekaligus keberhasilan pendidikan inklusi. Hal tersebut disampaikan dosen prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung Dr Esty Faatinisa SPSI SPd MPd dalam program GSM Aisyiyah Jabar pada Selasa (02/06/2026) yang membahas penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus.

Menurut Esty, pendidikan inklusi tidak dapat hanya mengandalkan kesiapan sekolah. Peran keluarga, terutama sikap dan keterlibatan orang tua, menjadi fondasi utama dalam mendukung perkembangan anak.

"Penerimaan orang tua merupakan langkah awal yang sangat menentukan. Ketika orang tua mampu menerima kondisi anak, maka proses pendampingan, pendidikan, dan pengembangan potensi anak akan berjalan lebih optimal," ujarnya.

Esty menjelaskan bahwa orang tua anak berkebutuhan khusus, terutama anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), umumnya menghadapi tekanan psikologis yang lebih besar dibandingkan orang tua lainnya. Tidak sedikit yang harus melalui proses panjang sebelum akhirnya mampu menerima kondisi anak secara utuh.

Ia menuturkan bahwa proses menuju penerimaan sering kali diawali dengan fase penolakan, kebingungan, hingga tawar-menawar. Pada tahap ini, banyak orang tua berusaha mencari berbagai pengobatan dengan harapan anak dapat sembuh sepenuhnya.

"Menuju kata menerima bukanlah perjalanan yang instan. Ini merupakan proses psikologis yang panjang dan berliku hingga akhirnya orang tua mampu melihat anak sebagai individu yang unik dengan potensi yang bisa terus dikembangkan," katanya.

Lebih lanjut, Esty mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang menghambat penerimaan orang tua. Di antaranya tekanan dari keluarga besar yang masih memiliki ekspektasi perkembangan anak secara normal, konflik dalam rumah tangga, hingga stigma masyarakat terhadap disabilitas.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada keterlambatan deteksi dini dan intervensi yang seharusnya diberikan kepada anak. Padahal, keberhasilan terapi dan pendidikan sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak di rumah.

Sebaliknya, dukungan pasangan, lingkungan sekolah yang inklusif, dan komunitas yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus menjadi faktor penting yang mempercepat proses penerimaan.

Esty menegaskan bahwa penerimaan orang tua memberikan dampak positif yang besar bagi anak. Lingkungan keluarga yang menerima mampu menciptakan suasana yang aman dan nyaman sehingga membantu mengurangi kecemasan, tantrum, maupun perilaku maladaptif pada anak.

Selain itu, orang tua yang telah menerima kondisi anak juga cenderung lebih fokus mengembangkan potensi dan kemandirian anak dibandingkan sekadar mencari cara untuk menyembuhkan kondisi yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, Esty juga mengajak warga Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk menjadi bagian dari gerakan inklusi dengan menghentikan stigma terhadap anak berkebutuhan khusus dan keluarganya.

Menurutnya, masyarakat perlu menjadi sistem pendukung yang memberikan ruang yang aman bagi keluarga ABK, bukan justru menghadirkan penilaian dan penghakiman yang memperberat beban mereka.

"Menerima dan memperjuangkan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus bukan sekadar bentuk pengasuhan. Ini merupakan wujud syukur atas ketetapan Allah sekaligus ikhtiar untuk memuliakan martabat sesama manusia," pungkasnya.***(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pada Sabtu (14/10), Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, memberi....

Suara Muhammadiyah

14 October 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Solo, Andi Tri Pras....

Suara Muhammadiyah

6 April 2024

Berita

Ratusan Siswa Muhammadiyah Mulya Asri Praktik Langsung  TUBABA, Suara Muhammadiyah - Mema....

Suara Muhammadiyah

12 March 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — LAZISMU Kota Bandung menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (R....

Suara Muhammadiyah

17 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tumpukan galon bekas yang selama ini tidak terpakai di lingkungan R....

Suara Muhammadiyah

31 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah