YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar ceramah Tarawih ke-15 hari Jum’at (14/03) yang menghadirkan Ustadz Akhmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I. Ia merupakan Wakil Bendahara Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Dosen Perbankan Syariah UAD. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya interaksi umat Islam dengan Al-Qur'an, terutama di bulan suci Ramadhan.
Ceramah dimulai dengan pengantar mengenai kebesaran Al-Qur'an yang mampu mengangkat derajat seseorang sebagaimana dikisahkan dalam hadis riwayat Muslim. Akhmad mengisahkan tentang Ibnu Abza, seorang mantan hamba sahaya yang diangkat sebagai pemimpin atas keutamaannya dalam ilmu Al-Qur'an dan hukum waris Islam. Hal ini menjadi bukti bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh latar belakangnya, melainkan oleh kedekatannya dengan kitab suci-Nya.
Dalam ceramahnya, ia mengutip firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 mengenai keistimewaan bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur'an:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ
Artinya:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”
Rasulullah SAW pun menegaskan keutamaan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah, di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, serta setan-setan dibelenggu. Dalam penyampaiannya, Akhmad berkata, "Di bulan Ramadhan ini, kita semua harus semakin dekat dengan Al-Qur'an, karena di dalamnya terkandung petunjuk bagi kehidupan kita." ia juga menambahkan bahwa "Membaca Al-Qur'an bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi syafaat bagi kita kelak di hari kiamat."
Lebih lanjut, ia mengajak jemaah untuk memperbanyak membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an”.
Ia menegaskan bahwa membaca Al-Qur'an bukan hanya ibadah biasa, tetapi juga merupakan sarana bagi seorang Muslim untuk mendapatkan syafaat pada hari kiamat.
Di akhir ceramah, ia mengingatkan pentingnya tradisi tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadhan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril. Beliau berkata, "Tadarus bukan sekadar membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jika kita berusaha memahami maknanya, insyaAllah hidup kita akan lebih berkah." Dengan semakin dekat kepada Al-Qur'an, diharapkan umat Islam dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan memperoleh keberkahan dalam hidupnya. (Fina Dwi)