Alwy Ahmed, Pemuda Asal Kenya Terinspirasi Sosok Ahmad Dahlan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1096
Dok Istimewa

Dok Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, bukan hanya menginspirasi bangsa Indonesia, tetapi juga melintasi batas negeri. Semangat perjuangannya mampu meneguhkan hati Alwy Ahmed, seorang pemuda asal Kenya, negeri di Afrika Timur yang juga mahasiswa internasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Alwy semakin mencintai Muhammadiyah setelah mendalami kisah hidup Sang Pencerah.

Alwy juga aktif menulis buku tentang Muhammadiyah yang tertuang dalam 4 buku yaitu (1) The Light of Ahmad Dahlan: Lentera Ahmad Dahlan, (2) Embraced by His Beauty: A Spiritual Journey to Allah, (3) The Ruby of Revelation, dan (4) Beacons of Enlightenment: The Lives and Legacies of Ahmad Dahlan and Siti Walidah.

Kedekatannya dengan Muhammadiyah berawal dari rasa penasaran saat pertama kali melihat nama K.H. Ahmad Dahlan di berbagai sudut kampus. 

“Saya mulai membaca tentang beliau di internet, lalu diperdalam saat bertemu dengan dosen saya, Dr. Ari Anshori. Beliau mengenalkan saya pada sejarah Muhammadiyah dan saya sangat terkesan dengan keteladanan K.H. Ahmad Dahlan,” tutur Alwy, Rabu (27/8).

Menurutnya, ketokohan Ahmad Dahlan yang sejak usia muda berani mengambil jalan berbeda demi perjuangan umat sangat membekas. 

“Ketika kau menginginkan, kau mengagumi. Ketika kau mengagumi, kau menginspirasi. Ketika kau menginspirasi, kau bercita-cita, sebelum kau mati,” ungkapnya penuh semangat.

Kekagumannya pada Muhammadiyah mendorong Alwy untuk berkontribusi lebih. 

“Sebelum meninggalkan UMS, saya ingin mengikuti kegiatan volunteer. Saya ingin berbagi cerita kepada mahasiswa yang lain untuk bisa merasa terinspirasi tentang Muhammadiyah” jelasnya.

Selain aktif membaca literatur Muhammadiyah di perpustakaan kampus, Alwy kerap menghabiskan waktu di masjid untuk memperdalam pemahaman tentang filantropi dan dakwah. 

Ia menegaskan cita-citanya selama di UMS bukan sekadar meraih prestasi akademik, melainkan juga meninggalkan jejak pengabdian.

“Saya ingin ketika lulus nanti, bisa mengatakan bahwa saya telah memberi kontribusi nyata, khususnya melalui perpustakaan dan kegiatan mahasiswa internasional. Itu mimpi saya,” ujarnya.

Bagi Alwy, keterlibatannya di UMS menjadi jalan untuk meneladani semangat Ahmad Dahlan. Bahkan, ia berharap setiap mahasiswa baru mendapatkan pengenalan khusus tentang pendiri Muhammadiyah agar dapat merasakan spirit yang sama.

“Bayangkan, saya datang jauh dari Kenya dan justru saya yang mengusulkan agar setiap orientasi mahasiswa dikenalkan pada Ahmad Dahlan. Itu karena saya percaya, kisah beliau mampu menginspirasi siapa saja,” pungkasnya. 

Alwy percaya, pengenalan nilai perjuangan dan kepedulian sosial yang diwariskan Ahmad Dahlan sangat penting ditanamkan sejak awal mahasiswa bergabung dengan UMS. (Fika/Riz)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TAIPEI, Suara Muhammadiyah - Madrasah Mu’allimaat dan Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta melaku....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai Sekolah Menengah Kejuruan yang terus berupaya memberi pelayanan....

Suara Muhammadiyah

21 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Ibnu Juraimi Yogyakarta me....

Suara Muhammadiyah

21 June 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dalam upayanya memperkuat....

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak....

Suara Muhammadiyah

5 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah