Arif Jamali Muis: Deep Learning Wujudkan Pendidikan Bermutu

Publish

29 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
63
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul Arif Jamali Muis mengatakan, pendidikan bermutu untuk semua menjadi komitmen besar dari Kemendikdasmen pada periode 2022-2029. Konstruksi pendidikan itu, tekan Arif, harus bermutu sebagai orientasi meningkatkan kualitas peserta didik.

"Tidak memungkin pendidikan itu menghasilkan anak-anak atau peserta didik kita untuk bisa menghadapi tantangan zaman dan Indonesia Emas kalau pendidikan itu tidak bermutu," tegasnya saat memberikan keynote specch Seminar dan Sosialiasi Deep Learning dan TKA (Tes Kemampuan Akademik) di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Jumat (29/8) kolaborasi Kemendikdasmen dan Suara Muhammadiyah.

Pendidikan bermutu itu, sambung Arif, harus bisa dinikmati oleh semua anak-anak Indonesia tanpa terkecuali. Dan inilah langkah besar yang tengah diupayakan oleh Kemendikdasmen, secara pelan tapi pasti.

"Pendidikan yang dinikmati oleh semua anak-anak Indonesia adalah pendidikan yang harus bermutu," jelasnya.

Arif menambahkan, pendidikan bermutu harus bisa dinikmati oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali. Inilah langkah besar yang sedang diupayakan secara perlahan namun pasti oleh Kemendikdasmen. Ia juga mengkritik pandangan yang menentang keberadaan sekolah favorit, karena hal itu justru dapat membuat sekolah yang sudah bagus menjadi biasa-biasa saja. Ia menawarkan cara berpikir yang berbeda, yaitu semua sekolah harus favorit.

"Dengan demikian, sekolah yang biasa-biasa saja akan terangkat dan menjadi favorit di mata masyarakat. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa permasalahan pendidikan saat ini tidak terletak pada kurikulum, melainkan pada pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh para guru. Meskipun kurikulum berganti, baik K13, Kurikulum Merdeka, atau yang lain jika cara mengajar guru di dalam kelas tetap sama, maka tidak akan ada perubahan signifikan. Oleh karena itu, kebijakan Kemendikdasmen saat ini tidak berfokus pada perubahan kurikulum, melainkan pada penerapan deep learning. 

Arif menyebut fenomena "schooling without learning" di mana siswa secara fisik berada di sekolah namun pikiran mereka tidak fokus, sebagai salah satu tantangan yang harus diatasi. "Dengan pembelajaran mendalam, diharapkan siswa benar-benar hadir secara mental dan sadar akan proses belajar yang mereka jalani," tegasnya. (Cris/Riz)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Dalam menjalankan misi UMGO Peduli pada korban banjir di Provinsi Go....

Suara Muhammadiyah

12 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Yogyakarta kembali mengadakan....

Suara Muhammadiyah

8 June 2025

Berita

2 Medali Emas dan 1 Medali Perunggu Kejurnas Tapak Suci Barie Irsyad Cup 2 SLEMAN, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

12 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) resmi melantik delapan Koordinato....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Berita

KOTIM, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Kotawaringin Timur (....

Suara Muhammadiyah

15 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah