ASM 2026, Pintu Gerbang Eksplorasi Sejarah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

10 July 2026

281
ASM 2026

ASM 2026

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagai ajang merawat serta memperkuat historigrafi melalui penulisan sejarah Persyarikatan, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Akademi Sejarah Muhammadiyah 2026. Agenda yang berlangsung selama 5 hari di UMY Student Dormitory tersebu diikuti sebanyak 20 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mulai dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, UGM, UNY, dan Universitas Sanatadarma. 

Ketua MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchlas MT mengatakan bahwa ASM menjadi media untuk mengeksplorasi kekayaan sejarah Muhammadiyah yang selama ini belum banyak terdokumentasikan. Rentang waktu satu abad lebih menjadi modal utama yang perlu terus digali untuk menghadirkan pencerahan dan inspirasi.

"Perjalanan lebih dari satu abad, Muhammadiyah memiliki kekayaan histori yang sangat luar biasa," ujarnya (10/7). 

Peran dan sepak terjang Muhammadiyah dalam kurun waktu tersebut menurut Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan anugerah sekaligus tantangan, terkait bagaimana para peserta dapat mendokumentasikan dan menarasikan peran-peran kebangsaan dan dakwah Islam progresif yang dilakukan Muhammadiyah pada aspek keindonesiaan dan dunia. Mengingat kekayaan akan sejarah ini, selain penting untuk dieksplorasi, Muchlas juga mendorong adanya kompilasi dalam penulisan sejarah Muhammadiyah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

"Banyak sekali serpihan sejarah yang perlu dikompilasi dan dieksplorasi. Melalui ASM ini kita bersama-sama melakukan eksplorasi secara besar-besaran," tegasnya. 

Wakil Ketua MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah Wiwied Widyastuti menegaskan, untuk memperkaya narasi sejarah tentang Muhammadiyah di berbagai dimensi, bagi Wiwied, sudah saatnya Muhammadiyah memiliki Prodi Sejarah murni di salah satu PTMA. Yang mana prodi ini nantinya diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk memperdalam serta memperluas perspektif sejarah Muhammadiyah di berbagai daerah. 

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan narasi sejarah Muhammadiyah, menurut Wiwied, setidaknya ada 2 metode penting dalam penulisan sejarah Muhammadiyah. Pertama, menggali memori kolektif warga Persyarikatan yang masih sangat kuat di beberapa daerah. Memori tentang bagaimana peran dan sepak terjang tokoh Muhammadiyah di masa lalu dalam periode sejarah tertentu. Kedua, menggali narasi sejarah melalui sejarah lisan. 

"Muhammadiyah itu kaya akan cerita secara lisan, tapi minim dalam segi dokumentasi tulis. Harapannya, tradisi penulisan sejarah Muhammadiyah dapat hidup kembali yang sebelumnya berhenti cukup lama," harapnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mengevaluasi kegiatan Hizbul Wathan beberapa sekolah kemba....

Suara Muhammadiyah

26 May 2025

Berita

Dorong Mahasiswa Jadi Wirausahawan Kreatif PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Fakultas Ekonomi d....

Suara Muhammadiyah

8 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Untuk meningkatkan kualitas Program Pembinaan Mahasiswa Wirausah....

Suara Muhammadiyah

16 July 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah– Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Hendar Ri....

Suara Muhammadiyah

27 October 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - LAZISMU Wilayah Kalimantan Tengah menyelenggarakan Rapat Kerja Wi....

Suara Muhammadiyah

2 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah