Atlet Kembar UMS Raih Medali Emas The First Muhammadiyah Games

Suara Muhammadiyah

22 May 2026

180

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penampilan fantastis Dika Dwi Pratama Putra dan Diky Tri Nugroho Putro, sukses mengantar atlet berdarah kembar kontingen Tapak Suci (TS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih medali emas di ajang The First Muhammadiyah Games Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat kategori Seni Ganda Putra.

Dika dan Diky, sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) UMS. Prestasi yang diraihnya di kompetisi ini berkat keseriusannya menggeluti pencak silat sedari kecil. Namun, Diky menyatakan bahwa fokus pertama di Pencak Silat kala itu di bidang fighter.

“Kami awal ikut TS pada waktu kelas 6 SD, saat itu kami masih lebih fokus di bidang Fighter. Awal kami berganti fokus ke bidang seni Pencak Silat itu kelas 3 SMK hingga sekarang,” tuturnya, Rabu (20/5).

Ia menyiapkan kompetisi ini sejak akhir bulan Februari. Menurutnya, kunci kemenangannya terdapat pada keyakinan kolektif dan komunikasi yang kuat untuk membangun chemistry atau kecocokan pada bidang seni Pencak Silat, yang mengharuskan keterampilan dan keserasian bersama. 

“Saling percaya dan membangun komunikasi bagi kami sangat penting saat latihan maupun bertanding,” tambahnya.

Semenjak berkuliah di UMS, mereka mengaku mengalami perubahan gerakan Seni Ganda total atas rekomendasi dari coach Pencak Silat UMS, yang sebelumnya mereka rintis sedari duduk di bangku SMK. 

“Kalo tiap ikut turnamen, gerakan yang kami bawa itu sama, mungkin sedikit-sedikit aja perubahan untuk mengupgrade skill gerakan baru,” terangnya.

Selanjutnya, terdapat tiga penilaian yang digunakan pada kategori seni, diantaranya, yaitu: wiraga (kesempurnaan gerakan), wirama (keselarasan dengan irama lagu) dan wirasa (penghayatan gerakan). 

Senada dengan itu, Dika menjelaskan terdapat perbedaan sistem penilaian seni Pencak Silat versi IPSI dan Tapak Suci. Pada penilaian versi Tapak Suci terdapat penilaian wirama, namun penilaian versi IPSI tanpa menggunakan penilaian wirama.

“Karena ini turnamen Tapak Suci, kami lebih memfokuskan pada keselarasan ketukan iringan musik dengan gerakan yang kami rancang,” ujarnya.

Dua saudara kembar ini, telah meraih prestasi di beberapa kejuaraan lain, di antaranya, Juara 2 Ganda Tangan Kosong Kejurnas Semar IV Tapak Suci UNS, Juara 3 Seni Ganda Kejurnas Invitasi Cabor Beladiri mahasiswa 2024, Juara 1 kategori Ganda Tangan Kosong & Bersenjata Turnas Tapak Suci UMS tingkat pelajar dan mahasiswa, Juara 3 kategori Ganda Pomprov Pencak Silat Jateng 2025, dan Juara 1 kategori Trio Bersenjata Putra Tapak Suci 2nd World Champions 2025.

Dika juga mengatakan setelah menjuarai event ini, ia berencana akan mengikuti Kejuaraan Internasional Pencak Silat di Thailand dengan kategori yang sama.

“Insyaallah kalau ada rezeki lebih, kami akan ikut turnamen di Thailand berbarengan dengan 7 atlet fighter,” pungkasnya. (Affiq/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SM Tower: Kreativitas Tanpa Batas Oleh: Deni Asy'ari, MA, Dt Marajo   10 tahun silam, kami h....

Suara Muhammadiyah

24 June 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Sekolah Prestasi SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) menggel....

Suara Muhammadiyah

13 June 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitme....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Berita

DENPASAR, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menerima L....

Suara Muhammadiyah

30 August 2024

Berita

NGAWI, Suara Muhammadiyah - Sudah menjadi kebiasaan yang menarik ketika bulan Ramadhan, membagi pake....

Suara Muhammadiyah

1 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah