CILACAP, Suara Muhammadiyah – Suasana Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di SMPN 1 Nusawungu pada Selasa (20/01/2026) berlangsung meriah. Tak hanya menjadi ajang demokrasi bagi siswa.
Kegiatan ini juga menjadi panggung unjuk bakat bagi ekstrakurikuler favorit, Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Di tengah antusiasme pemungutan suara, para atlet Tapak Suci SMPN 1 Nusawungu tampil memukau dengan menyuguhkan demonstrasi seni bela diri.
Penampilan yang paling mencuri perhatian adalah pengenalan beberapa senjata khas, mulai dari atraksi Golok Naga, Karambit, Golok IPSI, hingga Kipas.
Selain itu, ketangkasan siswa dalam membawakan jurus Golok berhasil mengundang decak kagum dan riuh tepuk tangan dari para guru serta ratusan siswa yang hadir.
Mohamad Rezza Tio Samhong, selaku Pembina Ekstrakurikuler Tapak Suci SMPN 1 Nusawungu, mengungkapkan bahwa penampilan ini bertujuan untuk mengenalkan keragaman seni bela diri kepada siswa baru sekaligus menyemarakkan pesta demokrasi sekolah.
"Antusiasme penonton hari ini benar-benar menambah semangat para siswa yang tampil. Ini membuktikan bahwa Tapak Suci memiliki tempat tersendiri di hati para pelajar," ujarnya.
Fenomena menarik terlihat di wilayah Cilacap pinggiran seperti Kecamatan Nusawungu, Binangun dan Kroya.
Meskipun berada di lingkungan sekolah negeri, Tapak Suci justru menjadi pilihan utama bagi siswa untuk mendalami pencak silat.
Selain di sekolah Muhammadiyah yang ada di 3 Kecamatan pinggiran, perguruan ini juga eksis sebagai ekstrakurikuler di SMPN 1 Nusawungu, SMPN 1 Binangun dan SMPN 3 Binangun.
"Eksistensi Tapak Suci di sekolah-sekolah negeri ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang dibawa, yakni "Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah", sangat relevan dan diterima luas oleh masyarakat pendidikan," tandasnya.
Diharapkan, kehadiran Tapak Suci tidak hanya menjadi wadah prestasi olahraga, tetapi juga mampu mewarnai kegiatan positif bagi generasi muda di wilayah Nusawungu, Binangun dan Kroya.
"Dengan pembinaan yang konsisten, diharapkan akan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah dikancah yang lebih tinggi," harapnya.
Dian Triyunita siswa kelas 8 - F SMPN 1 Nusawungu sebagai salah satu atlet yang tampil mengaku bangga bisa menunjukan hasil latihan mereka di depan teman-teman sekolah. Merasa adrenalinnya terpacu saat melakukan atraksi senjata.
"Awalnya sempat grogi, karena melihat banyak orang yang menonton. Tapi pada saat mendengar sorakan teman-teman, semakin semangat," ungkapnya.
"Kami ingin menunjukan, kalau silat itu bukan hanya bela diri, tapi juga seni yang keren dan punya karakter," pungkasnya. (Wasis)

