Bangkitkan Kembali Tradisi Saudagar, Muhammadiyah Didorong Jadi Korporasi Sosial-Keagamaan untuk Kesejahteraan Umat

Suara Muhammadiyah

27 July 2026

64
Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Sejak awal kelahirannya, Muhammadiyah banyak dijalankan oleh para saudagar. Salah satu tokohnya adalah Kiai Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Islam terbesar itu merupakan pedagang batik di Kauman, Yogyakarta.

“Kiai Dahlan itu pada dasarnya pedagang batik. Jadi kalau dakwah ke mana-mana itu membawa contoh batik,” singkap Muhadjir Effendy, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Setelah merampungkan dakwahnya, Kiai Dahlan, mengedarkan contoh batik tersebut. “Bahkan, kadang-kadang beliau meninggalkan batik itu berhari-hari,” kata Muhadjir, yang kemudian diedarkan kepada jamaah yang tidak hadir dalam pengajiannya.

“Jadi, itulah awal Muhammadiyah berdakwah,” ujarnya, Senin (27/7) dalam Pengajian Persyarikatan dan AUM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan di Lantai 7 Gedung Faqih Usman Universitas Muhammadiyah Palembang.

Bahkan, inspirasi itu berpangkal meneladan Rasulullah Saw. Kala itu, bisnis yang dijalankan Rasulullah Saw membangun fondasi ekonomi melalui sebuah pasar.

“Apalagi isteri beliau (Khadijah binti Khuwailid) adalah seorang pebisnis tulen,” ungkapnya.

Lebih-lebih lagi, Kiai Dahlan mengirimkan puteranya Raden Haji Dhurie Dahlan untuk sekolah menekuni dunia bisnis. “Dikirim ke Eropa. Belajar bisnis di sana,” ucapnya. Setelah tunai sekolah dari Eropa, Raden Haji Dhurie Dahlan pulang ke tanah air menjadi importir sepeda.

“Kalau sekarang jadi dealer mobil. Bayangkan, dia sudah menjadi importir sepeda,” terangnya.

Selain itu, juga mendirikan pabrik sarung. “Sarungnya di eksport,” tutunya. Penyebarannya cukup luas—lintas negara—Thailand, Bangladesh, dan Myanmar. “Itulah yang kemudian menjadi support gerakan-gerakan dakwah pada awal itu,” jelas Muhadjir.

Di sinilah hal yang jarang terkuak di permukaan. Bahkan, lebih lanjut, Raden Haji Dhurie Dahlan didapuk menjadi Bendahara Hoofdbestuur Muhammadiyah. “Sewaktu Kiai Mas Mansur menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah yaitu tahun 1937,” tuturnya.

Zaman telah berubah, waktu telah berganti. Dan saat ini, tampak kentara, dunia saudagar (usaha, bisnis) ini ditinggalkan oleh Muhammadiyah.

“Muhammadiyah meninggalkan tradisi saudagarnya. Bergeser seiring dengan apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah yaitu pendidikan. Banyak anak-anak Muhammadiyah bersekolah, masuk pendidikan,” bebernya.

Bagi Muhadjir, ini perlu dilakukan proses transformasi secara aktual dan fungsional untuk menghadirkan Muhammadiyah menjadi korporasi sosial-keagamaan. “Bukan sekadar social enterprise (perusahaan sosial), tapi korporasi. Jadi semacam perusahaan, tetapi berwatak sosial-keislaman,” tekan Muhadjir. Dengan manifes berupa mendirikan pelbagai bisnis yang bisa menguntungkan.

“Cuma bedanya dengan korporasi pada umumnya, keuntungan itu harus kita gunakan kembali untuk sebesar-besarnya memakmurkan dan menyejahterakan umat,” tegasnya. Dengan menggarisbawahi konteks ini, keuntungannya bukan dimiliki oleh Muhammadiyah sendiri.

“Kita sudah dibentuk oleh organisasi ini bahwa kita ini adalah sebuah korporasi yang kalau punya keuntungan itu dikembalikan untuk kemakmuran, kesejahteraan masyarakat dalam rangka untuk berdakwah,” tekannya.

Proyeksi ke depan, menurut Muhadjir, Muhammadiyah harus mampu bertengger sejejar dengan raksasa ekonomi nasional. Yang penekanan pentingnya tetap sama: mencari keuntungan untuk kepentingan umat di akar rumput.

“Dan itulah saya kira hakikat dari dakwah ekonomi kita, yaitu membagi keuntungan untuk kepentingan kemasyarakatan dan keumatan,” sebutnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Sekolah Muhammadiyah – Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) yang diselenggara....

Suara Muhammadiyah

22 January 2026

Berita

SELAYAR, Suara Muhammadiyah - Pembangunan kampus baru Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

28 April 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Se....

Suara Muhammadiyah

6 March 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali diukir oleh santri Pesantren Modern Muham....

Suara Muhammadiyah

13 May 2026

Berita

Laksanakan Pelatihan Digital Marketing  LOMBOK BARAT, Suara Muhammadiyah - Dosen dan mahasiswa....

Suara Muhammadiyah

24 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah