Bantu Puluhan Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra, Lazismu UMY Salurkan Beasiswa Living Cost

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

548
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Lazismu UMY menggelar Seremonial Penyerahan Bantuan Mahasiswa Terdampak Bencana Wilayah Sumatera sekaligus penyerahan beasiswa living cost pada Kamis (12/02) di Gedung AR A Lantai 5 UMY. Program ini ditujukan bagi mahasiswa asal Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang terdampak bencana alam di daerahnya.

Manajer Operasional Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata UMY terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah situasi sulit.

“Berdasarkan SK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, ditetapkan sebanyak 77 mahasiswa sebagai penerima bantuan. Kemudian melalui Direktorat Kemahasiswaan, jumlah tersebut bertambah 21 mahasiswa, sehingga total penerima mencapai 98 mahasiswa,” jelasnya.

Mayoritas penerima bantuan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP). Rozikan menjelaskan bahwa terdapat dua skema bantuan yang diberikan. Pertama, potongan biaya pendidikan semester genap 2025/2026 dengan tiga kategori: 100 persen untuk mahasiswa terdampak berat, 50 persen untuk terdampak sedang, dan 25 persen untuk terdampak ringan.

“Program ini dihadirkan sebagai respons atas kondisi darurat yang dialami sejumlah mahasiswa, di mana bencana menyebabkan kerusakan rumah, terhentinya usaha keluarga hingga menurunnya kemampuan ekonomi orang tua,” ungkap Rozikan.

Potongan biaya pendidikan ini bersumber dari dana UMY dan diberikan langsung melalui sistem pembayaran akademik (KRS), sehingga tidak disalurkan secara tunai. Selain itu, mahasiswa juga menerima beasiswa living cost sebesar Rp1.800.000 per semester atau Rp300.000 per bulan selama enam bulan. Dana living cost tersebut berasal dari donasi civitas academica UMY, termasuk dosen, fakultas, mahasiswa, komunitas, himpunan, dan UKM yang menyalurkan zakat serta infak melalui Lazismu UMY.

“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik, karena sumber dananya berasal dari zakat dan infak sivitas akademika UMY,” tambah Rozikan.

Salah satu mahasiswa asal Sumbar menceritakan, ia sempat mempertimbangkan cuti kuliah setelah rumah keluarganya terdampak bencana dan kondisi ekonomi menurun.

“Jadi bantuan wujud beasiswa seperti ini, bisa memberikan harapan baru bagi kami untuk tetap melanjutkan studi. Bahkan, bisa membuat kami lebih tenang dan bisa kembali fokus pada perkuliahan,” ungkapnya seperti dikutip Harian Merapi.

Program ini merupakan bagian dari visi UMY yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap inklusi pendidikan.

Ujian berupa bencana tidak seharusnya menjadi penghalang mahasiswa untuk menyelesaikan studi. Melalui program ini, UMY dan Lazismu berupaya mengurangi beban ekonomi mahasiswa dan keluarganya, sekaligus menjaga keberlangsungan kebutuhan hidup mahasiswa selama enam bulan ke depan. (Jeed/Riz)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penerbit Suara Muhammadiyah, CHED ITB Ahmad Dahlan dan MTCN menggelar ....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Kalimantan Se....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Semangat pembaharuan menyeruak di tengah hangatnya pertemuan Konsolid....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Pematang menggelar pering....

Suara Muhammadiyah

8 January 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Pengajian Triwulan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Cabang ....

Suara Muhammadiyah

3 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah