Berhasil Kelola Coffe Shop Beromzet Puluhan Juta, Jalankan Bisnis Tak Perlu Tergesa-gesa

Publish

31 July 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1218
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Adalah Farid Abdul Rahman, alumnus Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses jalankan usaha coffe shop. Ia berhasil meraup keuntungan puluhan juta sebulan sekaligus memberikan lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda. 

Farid mengaku bahwa ia berani membuka usaha coffeshop bernama SensCafe karena bekal dari UMM. Selama perkuliahan, dia sangat menekuni materi seputar manajemen, mulai dari manajemen keuangan, resiko, serta operasional. Menurutnya, semua ilmu yang sudah didapat akan sia-sia juga tidak diimplementasikan.

“Ilmu dari kampus itu sangat berguna, apalagi saya ini dari Prodi Ekos dan mendapat ilmu terkait dengan manajemen. Itu semua saya implementasikan dengan membuka dan menjalankan usaha coffeshop ini,” ungkapnya.

Dia mengaku bahwa modal awal dari usaha coffeshop ini banyak dari sisa biaya menikah dan berbagai tabungan lain yang nilainya 50 juta. Berbagai tantangan dan halangan ia alami sejak resmi membuka coffeshopnya. Bahkan pada 2018, ia sempat berpindah-pindah lokai. Mulai dari daerah Malang Raya, lalu ke Bangil Pasuruan. Lalu kini ada di Ampeldento Karangploso, Kabupaten Malang yang berlokasi di area belakang kampus 3 UMM.

“SensCafe ini sudah berjalan sejak 2021. Sudah mulai belaja dan merintis usaha coffeshop sejak tahun 2018, saat saya jadi mahasiswa semester akhir. Saya kan dasarnya meamng seorang aktivis di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Dulu kami anak-anak IMM itu sering pindah lokasi tempat nongkrong. Dari situ saya coba sewa tempat untuk tempat ngopi yang sekalian bisa jadi basecamp. Melihat omsetnya yang lumayan, akhirnya saya ketagihan dengan bisnis coffeshop,” kisahnya.

Tekad yang kuat, gigih, dan harus mau tirakat menjadi kunci yang selalu dipegang teguh oleh Farid. Apalagi mengingat bahwa menjadi seorang pengusaha itu sangatlah tidak mudah. Semua sektor dalam usaha tersebut harus diperhatikan secara intensif dan terus menerus memerlukan evaluasi.

Dia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa yang kini masih merintis usaha untuk tidak tergesa-gesa dalam mengejar ekspetasi hasil dalam usahanya. “Kalian harus mau puasa. Puasa disini maksudnya harus bisa memperbanyak sabar, menjaga keuangan dengan baik, mampu mengambil keputusan dengan kepala dingin, dan jangan tergesa-gesa. Saat masa merintis usaha itu mungkin lebih banyak tidak enaknya. Namun seiring berjalannya waktu, ketika semua aspek dalam usaha itu kuuat, pasti hasil yang didapat bisa melampaui ekspetasi,” pesannya. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Di penghujung tahun 2024, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasisw....

Suara Muhammadiyah

27 December 2024

Berita

Wardah Inspiring Teacher Masuki Batch VII YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Guru bukan sekadar profe....

Suara Muhammadiyah

22 September 2024

Berita

PULANGPISAU, Suara Muhammadiyah - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersinergi dengan Taman Pustak....

Suara Muhammadiyah

1 April 2024

Berita

Kisah Haru dari Rutan kelas IIB Mamuju Penulis: Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput Jumat Malam ....

Suara Muhammadiyah

22 February 2026

Berita

BUKITTINGGI, Suara Muhammadiyah – Pada Jumat, 6 Juni 2025, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

12 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah