Brand Craft UM Bandung Membangun Kompetensi dan Integritas

Suara Muhammadiyah

30 June 2026

158
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Apoteker Klinis dan Komunitas sekaligus influencer apt Risnawa Puji Astuti SFarm menegaskan bahwa inovasi di bidang farmasi tidak selalu identik dengan teknologi canggih atau penemuan terbaru. Menurutnya, inovasi sejatinya adalah kemampuan menemukan solusi yang lebih efektif terhadap berbagai persoalan di dunia kesehatan.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Seminar Brand Craft 2026 bertema “Be Different, Be You: Finding Your Way in Pharmacy” yang digelar Himpunan Mahasiswa Farmasi (Himprofar) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Sabtu (27/6/2026).

Risna, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa seorang tenaga kefarmasian perlu memiliki pola pikir sebagai inovator dengan berfokus pada akar permasalahan yang dihadapi pasien, bukan sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan.

Dia mencontohkan rendahnya kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat yang selama ini sering diselesaikan hanya melalui edukasi. Padahal, masih banyak solusi inovatif yang dapat dikembangkan, seperti aplikasi pengingat minum obat, kalender terapi, smart pill box, pengingat melalui WhatsApp, hingga video edukasi.

Menurutnya, memahami alasan pasien tidak patuh—mulai dari kekhawatiran terhadap efek samping, keterbatasan biaya, lupa, hingga kurang memahami terapi—merupakan langkah awal untuk menghadirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Risna juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai mitra strategis bagi tenaga farmasi. AI dinilai mampu membantu pencarian guideline, merangkum jurnal ilmiah, membandingkan hasil penelitian, menyusun materi edukasi, hingga menganalisis data secara lebih efisien.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan peran apoteker karena aspek empati, komunikasi dengan pasien, penilaian klinis, dan pertimbangan etika tetap menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, dia mendorong para calon farmasis untuk memulai inovasi dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Himprofar UM Bandung Surya Khairul Rizky mengatakan bahwa personal branding menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki seorang farmasis di tengah pesatnya perkembangan dunia kefarmasian dan semakin ketatnya persaingan profesi.

Menurutnya, branding bukan sekadar mengejar popularitas, melainkan membangun identitas yang kuat melalui kompetensi, integritas, etika, serta kontribusi nyata dalam pelayanan dan edukasi kesehatan.

Dengan personal branding yang baik, seorang farmasis juga memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan karier, memperluas kolaborasi, dan menjadi sumber informasi kesehatan yang terpercaya.

Pada kesempatan yang sama, Pembina Himprofar UM Bandung Muhammad Iqbal Rhamadianto mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Dia menilai kegiatan ini menjadi wadah yang tepat bagi mahasiswa Farmasi untuk memperluas wawasan, mengasah kreativitas, serta menemukan jati diri sebagai farmasis masa depan.

Menurutnya, seminar seperti ini diharapkan mampu membuka perspektif mahasiswa bahwa profesi farmasis memiliki ruang pengabdian yang sangat luas, sehingga tidak hanya terpaku pada bidang klinis, tetapi juga mampu berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.*(FA/FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Pahandut (SDMP) hari ini resmi menginjak usia dua....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma'mun Mu....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah — Dosen Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan Program Pengabdian ke....

Suara Muhammadiyah

23 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare di Yogyakarta ....

Suara Muhammadiyah

8 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (SPs UMJ) melulu....

Suara Muhammadiyah

30 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah