Bukan Organisasi Kaleng-kaleng, Reputasinya Telah Membuana

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
819
Muhammad Sayuti, SPd., MPd., MEd., PhD. Foto: Humas Unismuh Makassar

Muhammad Sayuti, SPd., MPd., MEd., PhD. Foto: Humas Unismuh Makassar

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti menegaskan, reputasi Persyarikatan hanya bisa bertahan jika seluruh kader menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh. 

“Kalau diberi amanah sepuluh, kerjakan sepuluh. Kalau bisa lebih, itu berarti kita menghidupi Muhammadiyah, bukan sekadar mencari hidup di Muhammadiyah," tegasnya memberi tafsir atas pesan KH Ahmad Dahlan: "Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan cari hidup di Muhammadiyah."

Menurut Sayuti, Muhammadiyah yang telah berdiri selama lebih dari 116 tahun merupakan anugerah besar. Ia menyebut keberlangsungan organisasi itu tidak pernah kehabisan energi. “Baterainya full terus, merknya sang surya,” ujarnya sambil menyinggung lagu kebesaran Muhammadiyah yang selalu dinyanyikan di setiap acara.

Ia mengutip antropolog Robert W. Hefner yang menilai Muhammadiyah sebagai contoh paling sukses modernisasi pendidikan Islam di dunia.

“Allah memilihkan Muhammadiyah untuk kita. Organisasi ini tidak kaleng-kaleng. Reputasinya diakui nasional maupun global. Maka menjadi kewajiban kita semua untuk menjaganya,” tegasnya saat Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Muhammadiyah Zona I yang digelar di Hotel Aryaduta Makassar, Ahad, 17 Agustus 2025.

Sayuti menekankan, reputasi bukan sekadar capaian kuantitatif, tetapi juga menyangkut kualitas tata kelola, keikhlasan, dan profesionalisme kader. “Kalau amal usaha terbengkalai, komunikasi publik tidak dikelola baik, berarti kita sedang merusak reputasi yang dibangun selama 116 tahun,” katanya.

Ia mencontohkan capaian Muhammadiyah di kancah internasional, antara lain pendirian Muhammadiyah Australia College di Victoria, yang kini telah berkembang pesat hingga biaya operasionalnya mencapai Rp73 miliar per tahun, seluruhnya didukung pemerintah Australia. Selain itu, Muhammadiyah juga telah mendirikan Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan merintis jaringan di berbagai negara melalui 30 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM).

“Pemerintah Indonesia saja belum punya sekolah di Australia, tetapi Muhammadiyah sudah lebih dulu. Itu bukti reputasi kita,” bebernya. Menurutnya, pencapaian global ini harus diimbangi dengan konsolidasi internal, khususnya memperkuat cabang, memperbarui ranting, dan menjaga basis jamaah.

Sayuti mengingatkan agar kader tidak terjebak pada kebanggaan semata. Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah, mulai dari penguatan pengajian di ranting, peningkatan kualitas riset di perguruan tinggi Muhammadiyah, hingga perluasan basis dakwah kultural. 

“Jangan sampai Muhammadiyah hanya kuat di amal usaha, tetapi melemah di jamaah. Itu tantangan nyata sejak lama,” tegasnya.

Dalam paparannya, ia merujuk keputusan Muktamar ke-48 yang menekankan pentingnya reformasi organisasi dan digitalisasi sistem tata kelola agar Muhammadiyah tetap profesional, maju, dan modern. Untuk menilai efektivitas organisasi, ia menyebut model McKinsey 7S relevan digunakan, mencakup strategi, struktur, sistem, nilai ideologis, keterampilan, gaya kepemimpinan, dan SDM.

“Reputasi Muhammadiyah akan bertahan selama tata kelolanya sehat walafiat. Kalau tidak ada ikhtiar penyihatan organisasi secara terus menerus, cabang bisa mati, amal usaha bisa tutup, dan reputasi bisa menurun,” terangnya.

Ia juga menyinggung hasil survei Kompas tahun 2024 yang menempatkan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi dengan persepsi publik paling positif di Indonesia, mencapai 91 persen. 

Sayuti menegaskan, keberhasilan Muhammadiyah dalam mengelola aset dan amal usaha tidak terlepas dari tradisi keikhlasan yang terinstitusionalisasi sejak awal. “Tidak ada satu pun aset atas nama pribadi pimpinan. Semua tercatat atas nama Persyarikatan. Inilah yang membuat Muhammadiyah dipercaya masyarakat,” jelasnya.

Pelatihan Manajemen Reputasi Muhammadiyah Zona I ini diikuti perwakilan PWM, staf media, serta pengelola komunikasi publik Muhammadiyah dari berbagai wilayah Indonesia Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi nasional PP Muhammadiyah dalam memperkuat citra organisasi di era digital. (Hadi/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhamamdiyah – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Dr ....

Suara Muhammadiyah

18 July 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bekerja sama den....

Suara Muhammadiyah

19 November 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengan dan Pendidikan Non Formal (D....

Suara Muhammadiyah

7 September 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu P....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Islam sebagai agama tidak hanya dipahami dalam dimensi perintah dan....

Suara Muhammadiyah

15 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah