BUKAN SEKADAR GERAKAN KAUM PEREMPUAN
Salah satu harapan Kiai Dahlan adalah hadirnya banyak perempuan Islam yang berpendidikan dan maju cara berpikirnya. Kaum perempuan Islam harus ada yang jadi dokter, guru, dan lainnya. Hari ini, harapan Kiai Dahlan tersebut mulai terwujud dalam berbagai bentuk.
Aisyiyah, organisasi perempuan Islam berkemajuan yang pada tanggal 27 Rajab 1447 ini berusia 112 tahun telah berkembang sedemikian pesatnya. Saat ini Aisyiyah tidak hanya mampu mendorong kaum perempuan Islam untuk mau belajar. Setelah sekian puluh tahun dikenal sebagai organisasi perempuan yang identik dengan pendidikan untuk anak-anak pra sekolah, Aisyiyah terus mengembangkan dunia pendidikan. Sejumlah perguruan tinggi besar di beberapa kota telah berhasil dirintis oleh organisasi perempuan Islam yang lahir pada tahun 1335 Hijriah ini.
Di bidang kesehatan, Aisyiyah juga tidak ketinggalan. Tidak hanya klinik dan rumah bersalin yang dimiliki, tetapi juga rumah sakit umum yang maju juga mampu dihadirkan dan dikembangkan oleh Aisyiyah. Demikian juga di bidang pelayanan sosial. Pusat layanan sosial yang dikelola oleh Aisyiyah nyaris berimbang jumlah dan mutunya dengan yang dikelola oleh Muhammadiyah.
Seluruh capaian Aisyiyah hari ini merupakan rangkaian mata rantai yang berkesinambungan dengan landasan dasar gerakan ini. Yakni gerakan perempuan Islam berkemajuan. Perempuan yang sadar pada kewajibannya yang tidak berbeda dengan kaum laki-laki dalam beramal shalih. oleh karena itu, Kiai Dahlan mendidik generasi awal Aisyiyah untuk menanamkan kesadaran kalau kaum perempuan harus terus mengikuti perkembangan peradaban dan berani melakukan sesuatu yang bermanfaat guna menjawab tantangan zaman.
Selengkapnya dapat membeli Majalah Suara Muhammadiyah digital di sini Majalah SM Digital Edisi 02/2026

