Bukan Soal Pakaian Serba Baru; tapi Bertambah atau Luruh Takwanya?

Suara Muhammadiyah

22 March 2026

610
Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Momen Idul Fitri yang dirayakan setiap tahun, selalu diidentikkan dengan nuansa serba baru. Lebih-lebih lagi menyangkut pakaian, tak pelak orang berduyun-duyun untuk bisa berpakaian baru, pembeda dengan Idul Fitri tahun sebelumnya.

Jika dimaknai secara mendalam, sebetulnya, substansi Idul Fitri tidaklah dapat dimaknai seperti itu. “Id itu adalah bagi mereka orang-orang yang bertambah takwanya kepada Allah SwT,” ujar Syafiq A Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Bertambahnya takwa, karena telah ditempa sebelumnya di bulan Ramadhan lewat berpuasa. Karenanya berpuasa bukan sekadar menahan haus dan dahaga, lebih dari itu, banyak hikmah yang dapat diperoleh.

“Semakin banyak hikmah yang kita ambil, maka semakin sempurnalah puasa itu,” tekannya, Jumat (20/3) saat Khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Fasum Bunderan Perumtas 3, Grabagan, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Implementasi ibadah puasa niscaya sarat hikmah yang diperoleh. Umat Islam diajarkan menjadi orang yang sabar, tidak kehilangan orientasi tatkala mendapat ujian. “Orang yang tabah dan istikamah tetap berada di jalan yang benar dalam situasi apa pun,” tutur Syafiq.

Demikian pula melatih orang berlaku jujur. Bagi Syafiq, kejujuran barang paling fundamental, apalagi di tengah krisis akut yang mendera kehidupan abad modern. “Hendaklah kamu semua menjauhi kebohongan, kecurangan. Karena itu mengantarkan kepada keburukan, kejahatan,” lanjutnya.

Pada saat bersamaan, umat Islam dilatih memiliki sensitivitas sosial kepada sesama. Melongok kembali terhadap lingkungan sekitar, ditemukan di permukaan orang-orang yang perlu ditolong hatta tanpa melihat siapa dan dari mana dia berasal.

“Maka tugas tugas kita adalah solidaritas sosial. Kita dituntut untuk menjadi orang yang bisa menolong. Apa pun yang kita bisa lakukan hendaklah kita berikan pertolongan kepada orang-orang yang sedang mengalami penderitaan,” tegasnya.

Di situlah pertanda dari semakin bertambahnya kualitas takwa seseorang. Jangan sampai sebaliknya, takwanya justru mengalami peluruhan. “Karena kegagalan kita di dalam mendapatkan hikmah dari ibadah-ibadah dan amalan-amalan selama bulan Ramadhan itu,” tukasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Antusias mahasiswa STIEM Cilacap mengikuti lomba Islamic Word Quiz, di....

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

Berita

LANGKAT, Suara Muhammadiyah – Di teras rumah yang masih menyisakan bekas lumpur mengering, taw....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bumiayu, Brebes, sukse....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu gelar lomba senam bahagia dalam ....

Suara Muhammadiyah

28 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Mubarok Yogyaka....

Suara Muhammadiyah

21 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah