Bukan Soal Pakaian Serba Baru; tapi Bertambah atau Luruh Takwanya?

Suara Muhammadiyah

22 March 2026

537
Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Momen Idul Fitri yang dirayakan setiap tahun, selalu diidentikkan dengan nuansa serba baru. Lebih-lebih lagi menyangkut pakaian, tak pelak orang berduyun-duyun untuk bisa berpakaian baru, pembeda dengan Idul Fitri tahun sebelumnya.

Jika dimaknai secara mendalam, sebetulnya, substansi Idul Fitri tidaklah dapat dimaknai seperti itu. “Id itu adalah bagi mereka orang-orang yang bertambah takwanya kepada Allah SwT,” ujar Syafiq A Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Bertambahnya takwa, karena telah ditempa sebelumnya di bulan Ramadhan lewat berpuasa. Karenanya berpuasa bukan sekadar menahan haus dan dahaga, lebih dari itu, banyak hikmah yang dapat diperoleh.

“Semakin banyak hikmah yang kita ambil, maka semakin sempurnalah puasa itu,” tekannya, Jumat (20/3) saat Khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Fasum Bunderan Perumtas 3, Grabagan, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Implementasi ibadah puasa niscaya sarat hikmah yang diperoleh. Umat Islam diajarkan menjadi orang yang sabar, tidak kehilangan orientasi tatkala mendapat ujian. “Orang yang tabah dan istikamah tetap berada di jalan yang benar dalam situasi apa pun,” tutur Syafiq.

Demikian pula melatih orang berlaku jujur. Bagi Syafiq, kejujuran barang paling fundamental, apalagi di tengah krisis akut yang mendera kehidupan abad modern. “Hendaklah kamu semua menjauhi kebohongan, kecurangan. Karena itu mengantarkan kepada keburukan, kejahatan,” lanjutnya.

Pada saat bersamaan, umat Islam dilatih memiliki sensitivitas sosial kepada sesama. Melongok kembali terhadap lingkungan sekitar, ditemukan di permukaan orang-orang yang perlu ditolong hatta tanpa melihat siapa dan dari mana dia berasal.

“Maka tugas tugas kita adalah solidaritas sosial. Kita dituntut untuk menjadi orang yang bisa menolong. Apa pun yang kita bisa lakukan hendaklah kita berikan pertolongan kepada orang-orang yang sedang mengalami penderitaan,” tegasnya.

Di situlah pertanda dari semakin bertambahnya kualitas takwa seseorang. Jangan sampai sebaliknya, takwanya justru mengalami peluruhan. “Karena kegagalan kita di dalam mendapatkan hikmah dari ibadah-ibadah dan amalan-amalan selama bulan Ramadhan itu,” tukasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Kejuaraan Pencak Silat Cilacap Championship 3 yang di adakan di GOR In....

Suara Muhammadiyah

17 September 2025

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammad (STAIM) Karangasem Paciran Lamong....

Suara Muhammadiyah

15 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

2 July 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Aisyiyah itu lekat dengan risalahnya yang bertajuk perempuan berkemajua....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengungk....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah