Cabang dan Ranting Muhammadiyah Harus Menjadi Motor Penggerak dalam Melestarikan Lingkungan

Suara Muhammadiyah

19 July 2026

369
Drs H Ahmad Dahlan Rais, MHum. Foto: Cris

Drs H Ahmad Dahlan Rais, MHum. Foto: Cris

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Persoalan lingkungan memang pelik. Di saat negeri lain sangat menaruh atensi khusus di situ, Ahmad Dahlan Rais menyingkap, sementara untuk Indonesia terjadi sebaliknya.

"Ketika bangsa lain melestarikan alam semesta ini dengan baik, kita justru merusak, menghancurkan secara semena-mena, bahkan di luar adab," tegas Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Menurutnya, lingkungan yang demikian rupanya itu harus dirawat sebagaimana semestinya. "Menjaga lingkungan itu adalah amanah Allah," tekannya.

Dahlan mengemukakan itu saat Kick Off Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VII di Auditorium Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Sangkalputung, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Ahad (19/7).

Di sinilah peran vital dari Cabang dan Ranting. Dahlan menyebut, sudah saatnya, Cabang dan Ranting pergerakan dakwahnya difokuskan untuk merawat lingkungan.

"Ini visi yang teramat jelas. Bagaimana orang Islam terhadap lingkungan itu seperti apa," tuturnya.

Hal galib dilakukan dengan restorasi dan reboisasi. Namun, realitanya jauh panggang dari api.

"Yang kita lakukan itu justru sebaliknya. Kalau bicara soal lingkungan ini, umat Islam sangat tertinggal," bebernya.

Mencontohkan laku sampah. Diakuinya, masyarakat Indonesia belum bisa membuang sampah pada tempat yang telah tersedia. Ini, potret buram masyarakat dalam merawat lingkungan.

"Apa ada masyarakat yang lebih rendah daripada orang yang tidak bisa membuang sampah, sehingga perlu diingatkan: buang sampah pada tempatnya," ujarnya.

Ini menunjukkan pemahaman terhadap lingkungan demikian rendah. "Orang membuang sampah itu di atas tutupnya. Ini berarti kita sangat tertinggal," singkap Dahlan.

Di sinilah ia mendorong agar keberadaan Cabang dan Ranting harus bisa menjadi motor penggerak dakwah untuk menggerakkan jamaah dan masyarakat di akar rumput untuk mengelola lingkungan.

"Saya mengusulkan tambah satu bagaimana Cabang dan Ranting itu menyikapi alam semesta ini. ini akan sangat baik kalau dijadikan salah satu standar ukuran keberhasilan Cabang dan Ranting," sebutnya.

Di situlah titik fundamenntal dari kehadiran Cabang dan Ranting. Karenanya, Dahlan meyakini, jika paradigma Cabang dan Ranting ditransformasikan ke arah situ, pelan tapi pasti, muncul perubahan, sedikit bertahan, namun melahirkan perubahan niscaya.

"Kalau itu kita bisa melakukan hal-hal itu, perubahan agar bisa capai. Dan itu, termasuk juga menjaga hubungan masyarakat," jelasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh Makassar, Prof Ambo Asse, membuka acara Pelatihan Ases....

Suara Muhammadiyah

24 July 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan mengikuti ....

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah (PWPM Kalteng), Ik....

Suara Muhammadiyah

9 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah melalui Sekretaris PP Pemudia Muham....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah berjuang menghadapi Sumatif Akhir Semester (SAS) semes....

Suara Muhammadiyah

15 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah