Cadar di Medsos Bergeser Jadi Identitas yang Plural dan Cair

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
79
Muhammad Ridha meraih gelar Doktor Bidang Studi Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Foto: Cris

Muhammad Ridha meraih gelar Doktor Bidang Studi Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Fakta di lapangan menunjukkan cadar mengalami pergeseran makna dari simbol purifikasi teologis dan ideologis menjadi medan artikulasi identitas yang plural di media sosial.

Dalam praktiknya di Indonesia, kata Muhammad Ridha, hal demikian berakar tunjang pada dinamika transkultural sejak abad ke-19.

“Itu melalui pengaruh reformisme Islam dari Arab, gerakan Islam transnasional, hingga fase stigmatisasi pasca-9/11,” bongkar Redaktur Suara Muhammadiyah itu.

Ribas, demikian sapaannya, mengemukakan pernyataan tersebut saat Ujian Terbuka Promosi Doktor Bidang Studi Islam di Ruang Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (8/6).

“Kemudian mengalami reimajinasi melalui budaya populer seperti novel, film, serta aktivisme media digital,” tambahnya.

Penggunaan cadar di Indonesia mencerminkan dinamika negosiasi serta perubahan sosial dan kultural yang kompleks. Kata Ribas, pada awalnya tradisi berpakaian perempuan Nusantara tidak menekankan penutupan total atas tubuh, sebagaimana terepresentasi dalam aneka budaya lokal.

“Perjumpaan dengan kebudayaan Indonesia, Cina, Arab, dan Barat, perlahan mengubah pemaknaan busana di Nusantara,” tuturnya.

Hal itu turut ditopang dengan nilai-nilai baru kesopanan dan religiusitas (terutama dari Kristen dan Islam), “turut memengaruhi tata busana,” imbuh Ribas, Doktor ke-1074 di kampus tersebut.

Pada abad ke-21, menjadi penanda fase reimajinasi makna cadar yang ditopang oleh media dan budaya populer. Penelitian Ribas ditemukan kalau media sosial membuka opsi bagi perempuan bercadar untuk menarasikan dirinya sendiri di luar narasi media arus utama.

“Momentum Pandemi Covid-19 turut mempercepat normalisasi penutup wajah, yang ikut memengaruhi persepsi publik terhadap cadar dan membuka ruang estetisasi cadar,” urainya.

Berjalannya waktu, penggunaan cadar kian menyeruak di ruang publik. Tampilan di permukaan memperlihatkan, perempuan bercadar semakin hadir dalam latar belakang peran individu yang beranekaragam.

“Transformasi ini menandai pergeseran makna cadar dari simbol purifikasi ideologis menuju identitas yang plural dan cair,” beber Ribas, yang juga Dosen Program Studi PGSD Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Ia juga membentangkan tiga model identitas perempuan bercadar di media sosial, terutama di Instagram. Antara lain bercadar karena butuh legitimasi, bercadar sebagai bentuk resistensi, dan bercadar sebagai proyek gaya hidup.

“Instagram sebagai ruang maya telah menyediakan suatu ruang yang memberi keleluasaan bagi perempuan untuk menampilkan cara berpakaian dengan berbagai orientasi ideologinya,” sebutnya.

Situasi ini, lanjut Ribas, membuka ruang bagi perempuan muslim menampilkan cadar. “Dan menjadikan publik digital semakin terbiasa dengan kehadiran aneka jenis penutup kepala,” sambungnya.

Di Instagram, simbol keagamaan seperti cadar digunakan sesuai kebutuhan afektif, sosial, dan kultural masing-masing individu. Hal itu juga merepresentasikan transformasi cara religiusitas dipraktikkan dan ditampilkan dalam budaya digital.

“Perempuan bercadar membangun kepingan identitas bercerita yang dikurasi secara visual dan naratif. Di dalamnya tercampur narasi kesalehan, peran profesional, minat, hobi, relasi sosial, hingga aspirasi personal,” bebernya.

Secara keseluruhan, platform Instagram dengan cepat telah bertransformasi menjadi infrastruktur kultural yang mengasyikkan dan membentuk keseharian perempuan di Indonesia.

“Melalui Instagram, perempuan bercadar memperoleh ruang untuk menyuarakan pengalaman, menegosiasikan identitas, dan membangun narasi tandingan yang menolak dikonstruksi secara pasif oleh wacana dominan,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi fasilitator Pelati....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Palestina asal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP),....

Suara Muhammadiyah

10 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir sampaik....

Suara Muhammadiyah

21 February 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Riuh rendah gelak tawa dan sorak sorai antusiasme membahana di ....

Suara Muhammadiyah

2 August 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Daerah Mu....

Suara Muhammadiyah

30 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah