YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Madrasah Mu`allimaat Muhammadiyah Yogyakarta memberikan ruang berekspresi kepada para kadernya untuk mengembangkan talenta terbaiknya melalui Career Day, Selasa (27/1).
Career Day, disebut Unik Rasyidah, ada pelbagai klasifikasi. Pertama, Career Show untuk kelas VII. Kedua, Career Grwoth untuk kelas VIII. Ketiga, Clas Career untuk kelas IX. Keempat, Career Plant diperuntukan untuk kelas X.
Kelima, Market Day (kewirausahaan), khusus kelas XI, dan keenam Seminar Perguruan Tinggi untuk kelas XII dengan menghadirkan narasumber dari pelbagai perguruan tinggi seperti UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, ISI Yogyakarta, UPN Veteran, dan lainnya.
“Itu sangat bagus untuk anak-anak menata kehidupan masa depan mereka dengan baik,” kata Direktur Madrasah Mu`allimaat Muhammadiyah Yogyakarta saat ditemui di sela-sela acara.
Tidak kalah penting, menambah kekayaan wawasaan secara luas juga memiliki target masa depan yang pasti. “Menata sejak dini, sehingga mewujudkan masa depan lebih cerah,” ucapnya, menambahkan satu lagi: Science Show. “Kaitannya dengan penampilan (karya) di bidang ilmu fisika dan kimia,” lanjut Unik.
Badan Pembina Harian Shoimah Kastolani menggarisbawahi acara ini sangat penting. “Menjadi kunci untuk mengembangkan potensi diri,” katanya. Lebih kentara lagi, pesannya, mendorong agar mampu mentransformasikan santri tradisional menjadi santri profesional.
“Menjadi agen perubahan, apalagi Mu`allimaat dikenal sebagai madrasah pendidik perempuan berkemajuan,” tekannya, yang pertama. Kemudian kedua, posisikan sebagai santri digital. “Tidak hanya pintar ngaji, tapi harus menguasai teknologi informasi,” pintanya.
Ketiga, harus menjadi santri mandiri dan berdaya saing. “Harus bekerja keras,” tegasnya. Ditambah, menjadi orang yang mudah mencari solusi bila ada kesulitan. “Ini mental tanggung jawab dan berdaya saing,” sambungnya. Keempat, punya visi sukses dunia akhirat.
“Santri Mu`allimaat menjadi penjaga moral, menjadi santri kreatif, berimanjinasi, dan punya mimpi besar yang berbekal ilmu tinggi, tapi menguasai teknologi serta berlandaskan akhlak dan iman,” tandas Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2005-2022 tersebut.
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Yogyakarta Elva Soraya memberikan motivasi karir kepada para santri. “Mereka menjadi anak-anak yang siap untuk mandiri sesuai dengan passionnya dan mengisi Indonesia Emas 2045 dengan passion yang lebih produktif,” tuturnya, disamping mesti mengembangkan potensi yang dimiliki oleh para santri.
“Agar nanti tidak mengalami kegagalan. Tentu ini juga potensi yang ada di dalam dirinya juga didiskusikan dengan guru, orang tua, dan juga banyak membaca prestasi yang mungkin bisa mewarnai mereka untuk bisa memilih passion yang sesuai,” pungkasnya. (Cris)

