Dakwah Al-Qur’an Bergema di PRM Pengalusan

Suara Muhammadiyah

8 October 2025

861
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Al-Fatihah merupakan satu dari sekian surah dalam Al-Qur’an yang sangat penting dipelajari. Baik dari segi bacaan yang sesuai melalui kajian Tahsinul Qur'an, menghafalkannya dengan baik, mempelajari kandungan makna melalui tafsir dan tadabbur, berusaha mengamalkan hidayah yang diperoleh setelah mempelajarinya, maupun mengajarkannya kepada orang lain dengan tulus ikhlas.

Kesadaran itu mendorong dakwah Al-Qur’an kembali bergema mengisi ruang-ruang sanubari kaum dewasa. Beberapa jamaah Musholla At-Taqwa Desa Pengalusan membentuk halaqah kecil untuk mengasah kemampuan baca Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid di bawah bimbingan Ustadz Afrizal, SIKom.

Metode yang dipakai merupakan kombinasi antara metode Tartili dan Ummi, serta keterangan lain yang diperoleh dari berbagai sumber. Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat membaca QS. Al-Fatihah dikupas tuntas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Agar menjaga hati tidak cepat jenuh, kajian hanya dilakukan setiap Ahad malam mulai ba'da Maghrib hingga menjelang Adzan Isya. Meski waktu yang digunakan cukup singkat, namun jamaah mendapat materi dan pelajaran yang padat dan penuh manfaat. 

Pasalnya, disamping fokus perbaikan bacaan QS Al-Fatihah dan murajaah bacaan surah di juz 30, juga disampaikan nasehat-nasehat berharga merujuk pada Kitab Adabul Mufrad karya Imam Al-Bukhari. 

Peserta yang mengikuti cukup antusias, meski jumlahnya tidak lebih dari 15 peserta. Memang demikian yang diharapkan oleh pengajar.

"Jumlah 15 sebenarnya sudah masuk kategori kelas besar. Justru kami merasa lebih nampak perkembangannya dengan jumlah peserta yang tidak terlalu banyak," ungkap Ustadz Afrizal usai halaqah di serambi Musholla, Ahad (5/10).

Ia juga berharap agar mereka yang hadir secara istikomah, kelak dapat menularkan ilmunya kepada orang lain, minimal kepada anggota keluarga di rumah. 

Teknik-teknik sederhana seperti memencet hidung untuk mengukur ketepatan huruf mad, menjadikan suasana terasa lebih hidup. Hal itu juga menunjukkan bahwa belajar Tahsin adalah sesuatu yang menyenangkan. (DF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KATINGAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Katingan (PDNA Katingan) menggelar....

Suara Muhammadiyah

18 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mencatatkan....

Suara Muhammadiyah

8 September 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Masyarakat Bebekan, Kadeworo, Gilangharjo telah berpartisipasi secara a....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 160 anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammad....

Suara Muhammadiyah

20 July 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Isu intoleransi dan diskriminasi di lingkungan pendidikan masih m....

Suara Muhammadiyah

18 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah